Alt’z Band Layani Pop Kekinian dengan Album Terbaru “Bersinar Terang”

Fokuskini – Drumer Ryo serta vokalis dan gitaris Yoga, dua bersaudara asal Bandung, Jawa Barat melanjutkan draf rencana utama dari kelompok band Alt’z sebagai wadah berkesenian mereka dengan terus menyebarkan luas karya-karya lagu komposisi sendiri ditengah suasana perubahan industri musik dari format rekaman fisik keping CD ke era teknologi kekinian berupa streaming online semisal lewat aplikasi Spotify.

Ya, album ke-4 milik Alt’z Band dalam tajuk Bersinar Terang telah meluncur pada jelang akhir pekan awal Desember ini, berlangsung di kota kelahiran mereka, Bandung atau tepatnya diadakan di Graha Wahana Bhakti Pos dilengkapi pentas showcase yang ditonton masyarakat peminat, apresiator serta tentu saja publik penggemarnya yang sudah sekian lama menunggu lagu-lagu paling baru Alt’z maupun yang belum pernah dirilis.

Segala lagu-lagunya menjadi baru namun dengan ciri British Pop yang masih terinspirasi Coldplay, Keane, The Cure ataupun U2 tetapi tetap dalam wujud sebagaimana mestinya, tanpa harus ikutan hanyut ke lagu-lagu elektronik EDM.

Ada sepuluh lagu yang dimuatkan dalam album ke-4 Alt’z, Bersinar Terang yaitu “Indonesia”, “Bersama Mentari”, “Mimpi Yang Ku Ingin”, “Apa Kabar”, “Terpisah Waktu”, “Monolog”, “Senyum Untuknya”, “Temukan Jalan”, “Seolah Manusia”, dan “Your Home” yang paling diminati masyarakat internasional melalui streaming Spotify.

“Your Home” adalah lagu kedua yang pernah mereka buat dalam lirik berbahasa Inggris setelah “It’s My Nite”. Lagu ini memiliki delay-delay cantik yang menimpali gaya britpop yang terinspirasi U2 dan Coldplay.

Beberapa effect delay dan string yang mereka tambahkan pada lagu-lagu mereka kali ini lebih memiliki fungsi sebagai hiperbola ambient, agar pendengar saat menikmati lirik lagu-lagunya akan terbentuk suasana, sehingga larut ke dalam story lagunya.

Fungsi ketukan drum, petikan bas, dan pola chord blocking akustik serta gitar elektrik lebih berfungsi sebagai pengantar/guidance lagu-lagu mereka yang mengalir sebagaimana notasinya untuk mudah dinikmati dari awal hingga akhir. Hiperbola yang tercipta dalam nuansa musik diharapkan menumbuhkan rasa didalam hati yang akan mengekspresikan mood pendengar.

Kali ini Alt’z Band mencoba membawa tema “musik suasana” yang diketengahkan lebih pada menempatkan bangunan utama efek delay dibeberapa lagunya, seperti pada lagu Indonesia, Bersama Mentari, Your Home, Mimpi Yang Kuingin, Terpisah Waktu, Temukan Jalan, dan Monolog.

Mengaku sudah jadi dewasa dan telah meninggalkan keliaran bermusik yang sempat dilakukan sejak tahun 2005 merintis karier ngeband, “Kami tetap memilih berdua saja sebagai personel inti, dengan selalu dibantu additional player profesional yang sepaham, karena berdua chemistry lebih mudah dibangun. Sementara pemain-pemain additional, kami jadikan pewarna musik kami,” terang Ryo yang kini juga jadi sequenzer programmer di Alt’z.

Alt’z Band terus berusaha melakukan berbagai hal untuk melengkapi perjuangannya, diantaranya pernah memilih menjadi pengisi panggung entertainment, membantu pembuatan aransemen lagu, selain melakukan upaya edukasi dalam perkembangan musik tanah air, serta awalnya hanya mengincar pasar musik di pelosok Nusantara. (yay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *