Bandara Kertajati Tingkatkan Dukungan ke Sektor Ekonomi dan Pariwisata Jabar

FOKUSKINI – Dalam upayanya mendukung pertumbuhan sektor ekonomi dan pariwisata di Provinsi Jawa Barat, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjanjikan optimalisasi fungsi Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kabupaten Majalengka dengan melibatkan Pemerintah Daerah, pihak maskapai penerbangan dan stakeholder transportasi.

Menhub optimistis pada akhir tahun 2019 bisa mencapai target 100 pergerakan pesawat yang mendarat dan diterbangkan dari BIJB. “Saya optimis ini bisa jalan baik bahkan mungkin dalam satu tahun, kalau sekarang ini 14 movement 1 hari, kita harapkan paling tidak 100 movement di akhir tahun ini masuk,” kata Menhub Budi pada pekan ini.

Menhub juga berharap ke depan nanti BIJB juga dapat menjadi pusat terminal kargo guna mendukung industri di Provinsi Jawa Barat. “Jadi antara Pelabuhan Patimban (Subang) dan Bandara Kertajati sudah kita perhitungkan sebagai dua fasilitas yang saling mendukung, apalagi Jawa Barat penuh dengan potensi pariwisata dan lahannya relatif masih siap untuk dikembangkan,” ujar Menhub.

Lebih lanjut Menhub memastikan pada tahun ini BIJB juga akan mulai melayani Penerbangan Haji. Mengenai kendala saat ini adalah belum tersedianya asrama Haji, maka Menhub berharap Pemerintah Daerah memiliki dua alternatif pilihan. “Pilihannya kita membangun hotel disini (Kertajati) atau menggunakan fasilitas asrama Haji yang ada di Cirebon,” jelas Budi Karya.

Senada dengan Menhub, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga mendukung adanya Penerbangan Haji dari BIJB. Menurutnya, dengan dilaksanakan nantinya Penerbangan Haji bisa menjadikan BIJB bandara yang sangat sibuk. “Ada 600 ribuan warga Jawa Barat per tahun yang punya rezeki Umroh tapi kebanyakan berangkat melalui bandara Cengkareng. Nanti kita diskusikan lagi dengan Menteri, agar jamaah Umrah dari Jawa Barat itu diarahkan ke sini. Kalau berhasil itu akan membuat bandara ini sibuk berlipat-lipat,” ujar Gubernur yang akrab disapa Kang Emil.

Selain penerbangan Haji untuk mempercepat fungsi BIJB, Kang Emil bakal terus mempromosikan sektor pariwisata dan mengkaji potensi BIJB menjadi pusat terminal kargo Jawa Barat. Dengan kombinasi penjadwalan tiga kegiatan tersebut, Kang Emil optimistis BIJB akan ramai dengan kegiatan ekonomi yang membaik.

Saat ini sudah terdapat 5 maskapai yang melayani jadwal penerbangan dari dan ke BIJB seperti Garuda Indonesia (Kertajati-Balikpapan, Kertajati-Lampung), Citilink (Kertajati-Surabaya, Kertajati-Medan), Transnusa (Kertajati-Lampung, Kertajati-Semarang), Lion Air (Kertajati-Balikapapan, Kertajati-Meddinah), dan Wings Air (Kertajati-Yogyakarta, Kertajati-Halim).

Untuk memberikan kemudahan transportasi perjalanan publik keluar masuk kawasan bandara Kertajati, pihak pengelola telah menjalin kerjasama dengan Perum Damri dan sejumlah perusahaan swasta penyedia jasa transportasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *