BWCF 2019 Dibuka Pidato Kebudayaan oleh Dr Andrea Acri di Hotel Tentrem

Fokuskini – Tahun kedelapan penyelenggaraan Borobudur Writers & Cultural Festival 2019 sebentar lagi bakal berlangsung di Hotel Tentrem, Yogyakarta; serta di beberapa lokasi di kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada 21-23 November nanti dengan pembiayaan gratis bagi masyarakat penonton.

“Tetap gratis karena demi pendidikan (buat masyarakat luas),” dijelaskan Kurator BWCF, Seno Joko Suyono dalam keterangannya saat konferensi pers di Cemara 6 Galeri, Menteng, Jakarta Pusat hari Kamis tadi (7/11/2019).

“Meski sepenuhnya bantuan pemerintah (masih ketika itu melalui Badan Ekonomi Kreatif) sekira 30 persen saja dengan selebihnya, ya terima kasih masih ada sokongan banyak sponsor dari para pihak korporasi,” tambahnya.

“Lagipula biar menyodorkan tema-tema pemikiran rumit, BWCF harus terbuka bagi audiens publik secara luas dan warga milenial supaya bisa bersosialisasi sebanyak-banyaknya, dan juga diapresiasi masyarakat penulis, penyair, cerpenis, dramawan hingga jurnalis,” lanjut Redaktur Pelaksana Seni & Intermezo Majalah Tempo ini.

Di usia sewindu BWCF ini bermaksud memperingati jejak keilmiahan karya-karya Petrus Josephus Zoetmulder atau dikenal sebagai Romo Zoetmulder terkait studi .sastra dan bahasa Jawa kuno.

Untuk kepentingan itu maka penyelenggaraan BWCF 2019 mengambil tema Tuhan dan Alam (Membaca Ulang Panteisme — Tantrayana, dalam Kakawin dan Manuskrip-Manuskrip Kuno Nusantara), dan di hari pertama menampilkan Pidato Kebudayaan oleh Dr Andrea Acri yang membahas pemikiran Tantrayana yang kuat di Nusantara antara Abad 7-13 Masehi. (yay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *