[CERBUNG oleh Harapasa] Donal & Konci

DONAL cuma sempat bersungut tanpa bisa dimengerti maknanya apa, karena dirinya sambil terhenyak di jok belakang serta kemudian memilih tiduran sambil bercampur rasa cemas, dan berdoa mobil curian yang mereka tumpangi itu bisa selamat sampai ke tempat tujuan. “Gue belum mau mati,” mohonnya didalam hati.

Sore mulai kelam. Momen keajaiban terus berlangsung dengan situasi jalan yang mereka lewati selalu sepi dari kendaraan lain, dan selebihnya sekadar menemui kendaraan lain ataupun antrean kendaraan yang bisa dibilang langka sama sekali. Pertanda apa ini? Tidak ada tanda-tanda pengejaran dari kawanan Leo, atau apakah dia sudah tertangkap oleh aparat kepolisian, atau tengah digebuki anak buah bos penculikan karena kehilangan mobil berikut Konci?

Komplotan suruhan ayah Konci, juga belum kelihatan upayanya mengejar keberadaan Konci. Masalah pelik tentu bakal dihadapi Konci dan Donal, ketika Leo tertangkap entah oleh kepolisian ataupun para begundal anak buah ayah Konci. Sejauh ini, kisah pelarian Konci ditemani Donal masih aman. Please jangan dibayangkan, bagaimana nanti kalau Leo tertangkap oleh polisi maupun diringkus Pak Yosep, ayah Konci. Risikonya tentu membuat pelarian Konci segera terhenti, dan nasib Donal bakal jadi buruk, bahkan bisa menyeramkan jika yang membekuk mereka dari pihak Pak Yosep atapun kawanan si Leo.

Donal terbangun, masih didalam mobil. Ternyata Donal sempat tertidur di jok belakang, tetapi dimana ini lokasinya? Mobil curian berhenti di sebuah pekarangan gedung mewah. Donal mengintai hati-hati karena Konci sudah tidak berada didalam mobil. Tetapi ya sudahlah, sok yakin saja kalau mereka sudah tiba di di rumah mewah tantenya Konci, dan Konci sudah masuk ke dalam gedung itu dan minta duit yang banyak, terus nanti mengajak dirinya untuk bersenang-senang ke Singapura, Hong Kong atau di negara luar Indonesia lainnya, Mungkin saja tantenya menyuruh mereka menetap di apartemennya di Singapura atau mungkin di Kanada, karena Donal berkeinginan juga menikmati udara dingin disana yang infonya bisa bikin tubuh beku kalau tidurnya gak pake selimut berlapis-lapis.

“Gue tuh ternyata aslinya pengen gratisan hidup pake duit orang kaya. Kalau perlu sampe tuh orang kaya bangkrut, baru gue mau balik ke rumah ibu gue yang butut,” lamun Donal seenak udel. (Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *