{CERBUNG oleh Harapasa} Donal & Konci

ANEHNYA pula, jalanan yang semula ramai pun berubah jadi begitu lengang. Ada apa ini, ya? Kenapa Donal mendadak dimudahkan kejahatannya, sehingga perutnya pun mendadak seakan hilang rasa laparnya.

Mumpung jalanan mendadak sepi dan lancar, Donal pun melarikan sedan curiannya dengan lumayan cepat atau terbilang lebih dari 100 kilometer per jam menemani hatinya yang girang banget.

Tetapi mau kemana Donal berlari? Pulang ke rumah ibu? Oh tidak, dia memutuskan hendak bersenang-senang sampai isi tangki bensin premiumnya habis. Mumpung si empunya mobil nampaknya tadi mau keluyuran ke luar kota sehingga mengisi premiumnya penuh total. Mimpi apa semalam kau, Donal?!

Nyaris mengarah ke jalur tol didalam perencanaannya menuju ke arah Taman Mini Indonesia Indah, Donal langsung menyadari dirinya berkantong kosong. Dia pun berusaha membelokkan kemudinya ke jalur jalan umum, meski harus melambatkan laju kendaraan karena jalanan di saat siang jelang sore mulai memadat.

Ditengah kemacetan lalulintas, Donal mulai jelas mendengar ada suara benturan-benturan di belakang mobil curiannya. Tetapi dari penglihatannya melalui kaca spion interior serta di samping kanan luarnya, tiada orang yang terlihat mengganggu perjalanannya. bahkan ketika terdengar berbunyi terus secara beruntun.

Namun Donal tidak mau terpanciing untuk turun dari mobil, dan segera saja berbelok jalur ke jalan umum ketika kesempatan itu ada, sembari tidak peduli dengan dentum suara benturan di belakang mobil yang terus berbunyi.

Tetapi pasti jelas saja dia terganggu dalam perjalanannya, dan mulai menerka-nerka kalau suara pukulan itu berasal dari bagasi mobil sedan Jepang itu. Apalagi, suara-suara yang bisa dibilang hingga membentur-bentur berulang kali itu semakin mulai mengeras saat kendaraan sudah mulai melancar ataupun bebas macet dan terus melaju ke arah TMII.

Ada apa gerangan ya? Mungkinkah ini mobil yang digunakan untuk penyelundupan hewan liar? Semoga bukan macan kumbang, harapnya. Atau anak gorila. Ataupun macan tutul, singa betina, kuda zebra? (bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *