{CERBUNG oleh Harapasa} Donal & Konci

WAH, Donal mulai geregetan bercampur ngeri karena hampir dipastikan ada mahluk yang membahayakan di bagasi sedan curiannya, sampai seakan tidak disadari dia sudah berbelok kemudi memasuki dan mengarah ke pintu gerbang masuk TMII, lalu mendadak mengerem karena tiba-tiba baru menyadari lagi kalau dirinya tanpa uang sepeserpun.

Bersamaan dengan itu, terdengar benturan lumayan keras dari bagasi mobil. Donal membayangkan, bahwa mahluk yang membuat keributan sedari tadi di bagasi mobil bakalan benjol sebesar bakpao bila benturan terjadi di bagian kepala atau memar pada bagian tubuhnya yang lain, serta mungkin perempuan itu tengah mengerang kesakitan. Perempuan?

Biar kapok, sungutnya, tetapi sembari berharap yang berada didalam bagasi itu adalah manusia korban penculikan yang kondisinya terikat kaki dan tangannya serta dengan mulut tertempel lakban superketat, dan kepalanya benjol-benjol akibat membentur-bentur bagasi sedari tadi, ditambah benturan keras saat Donal tadi mengerem secara mendadak.

Moga saja korban penculikan, sembari berharap supaya nantinya Donal diberitakan sebagai pahlawan di berbagai portal berita maupun tv news, serta jadi viral di medsos karena menolong pengusaha kaya raya yang diculik komplotan suruhan istri tuanya. Lalu dirinya jadi diganjar hadiah ratusan juta rupiah, biar pulang ke rumah nanti disambut peluk cium ibu bukannya diomelin karena dirinya cuma bisa jadi tukang parkir di indomaret.

Semakin penasaran dengan harapan manis yang telanjur melambung tinggi, Donal segera mematikan mesin mobil curiannya dan segera turun untuk lebih dulu memastikan siapa ataupun mahluk apa gerangan yang membentur-benturkan tubuh di dalam bagasi.

“Halo, setan! Siapa luh ?!” ujarnya menghardik sembari membungkuk ke dekat bagasi.

Lalu kedengaran samar suara perempuan yang tersumbat mulutnya, berharap pertolongan. “Kalau elu, gue tolong, entar elu tereak-tereak padahal bukan gue yang nyulik elu,” Donal ragu tetapi serta merta membuka bagasi mobil karena rasa iba, dan langsung tersentak melihat sosok perempuan berpenampilan bersih rada bule meringkuk di bagasi dengan ikatan kencang di kedua tangan dan kakinya.

Perempuan sekira 20-an tahun itu cuma mampu menggumam-gumam dengan mulut ketat ditempel lakban. Boleh dibilang, nyaris seluruh tubuhnya diikat, dan dahinya memar dengan lumayan benjolan serta bisa dibayangkan kepalanya juga benjol lantaran cuma dari bagian kepalanya saja perempuan itu bisa berusaha menimbulkan bunyi-bunyi gaduh tadi. (bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *