{CERBUNG oleh Harapasa} Donal & Konci

MELARIKAN mobil tersebut sampai diatas 100 kilometer per jam, sesungguhnya memang menjadi diluar akal waras, bila dipandang dari kehendak menghilangkan lapar untuk makan siang serta upaya si perempuan buat nantinya sedikit mendandani dan mengharumkan penampilan kampungan Donal dengan corak gaya yang mendingan.

Meskipun nanti aroma tubuh Donal tetap saja pengap, jorok karena situasi pelarian ini belum memungkinkan untuk setidaknya singgah bahkan nanti ketika setelah makan bersama lalu membelikan pakaian ganti untuk Donal, karena baginya sulit walau untuk sebentar saja mengenalkan Donal sebagai “lelaki asing” di tempat tinggal tantenya dan mengajaknya untuk menumpang mandi disana.

Tetapi semoga saja sebentar lagi si perempuan menyadari untuk lebih dulu mengenyangkan perut bersama Donal, dan bukan menancap gas memacu kencang mobil seperti itu dengan alasan kondisi kejiwaannya yang mau melindungi Donal karena menganggap dibelakangnya telah dikuntit sedari tadi oleh raungan deru mobil kepolisian.

Entah ya, mungkin saja nurani keperempuanannya atau malah suara batin melalui lubuk hatinya yang paling dalam, mulai menandakan si perempuan terkesima pada sosok Donal yang lugu berhiaskan kasih pertolongan, walau bicaranya cenderung suka ngawur dan kini telah membuat si perempuan jadi terbiasa mendengarnya, atau apakah mungkin juga si perempuan jadi sekadar menganggap ocehan Donal bagai bunyi kentut yang tidak berpolusi sama sekali.

“Neng, elu mau kemana neh?! Mau ngajak gue makan, apa mau ngajak mati bareng?! Kalau bosen idup, jangan ngajak-ngajak gue,” seru Donal mengetahui mobil yang dikendarai si perempuan semakin ngegas meski tetap fokus.

Luncuran umpatan Donal, langsung menyadarkan si perempuan yang mengurangi kecepatan kendaraan curian tersebut sekira 70 kilometer per jam saja, serta syukurlah karena tidak lama kemudian dia menemukan restoran yang bagi Donal sebetulnya sering terlihat setiap saat tapi selalu terlewati karena dering warning isi kantongnya. (bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *