Djaduk Ferianto Agendakan Eksibisi Fotografi “Meretas Bunyi”

FOKUSKINI – Djaduk Ferianto mungkin akrab dikenal selaku pemusik etnis, namun pada realitasnya dia seniman multitalenta, dan di Bentara Budaya Yogyakarta mulai 16 Desember nanti, putra bungsu koreografer seni tari dan pelukis legendaris Bagong Kussudiardjo ini mengagendakan eksibisi fotografi bertajuk Meretas Bunyi.

“Meretas bunyi“ artinya membedah bunyi yang muncul, mencari asal mula suara yang tercipta, mendedah bagaimana hal-hal yang sulit dijelaskan bisa menjadi musik. Meretas bunyi juga bisa berarti sebuah upaya untuk menjelaskan bagaimana sesuatu yang semula tidak berwujud menjadi bunyi yang sederhana, serta mudah didengarkan.

Djaduk Ferianto berupaya melakukan itu semua dalam pameran fotografi. Semua karya yang dia hasilkan, menurutnya, pasti memiliki imaji visualnya masing-masing.

Ada cerita dan makna yang amat personal. Pergulatannnya dengan ranah seni tradisi yang membuatnya menjadi terlatih dengan imaji-imaji visual.

Djaduk melihat seni yang tidak berbatas. Lewat kamera, Djaduk mewujudkan imaji-imaji visualnya itu. Imaji-imaji visual itu pada akhirnya bukan sekedar visual yang melulu estetis. Ada hal yang melampaui rupa dan gambar.

Lewat pameran ini, Djaduk ingin mengatakan bahwa fotografi hanya menjadi medium. Fotografi telah menjadi bagian dari proses ulang-alik kekaryaannya. Sebuah bagian utuh kedirian Djaduk yang juga seorang musisi, seniman teater, dan perupa.

Fotografi adalah medium yang tidak berbeda dengan gamelan atau kuas. Fotografi adalah bagian keseharian Djaduk yang sudah lebur. Natural saja dan bukan hal yang luar biasa. “Saya merasa kehilangan jika saya tidak menangkap setiap momen yang lewat didepan saya melalui kamera saya,“ kata Djaduk menerangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *