“Hanya Manusia”, Sisi Lain (Tantangan) Kehidupan Petugas Kepolisian

Fokuskini – Divisi Humas Polri bikin film layar lebar lagi dengan tajuk Hanya Manusia, dan mungkin kaum milenial bakal langsung memahami muatan cerita bila judulnya malah Only Human, tetapi apa boleh buat sudah keburu jadi judul lagu milik Jonas Brothers.

Persoalan inti dari film layar lebar kedua yang diproduksi Divisi Humas Polri adalah drama aksi melawan praktik perdagangan manusia melalui kasus penculikan gadis-gadis remaja terstruktur dengan awalan rumit karena melibatkan informan kepolisian yang dikenal setia dan banyak membantu terbongkarnya kasus-kasus kriminal yang terbilang pelik.

Tokoh perwira reserse perempuan yatim piatu, Anisa (Prisia Nasution) menjadi tokoh paling penting dengan problema emosi kewanitaan serta kehendak kuatnya memberikan bukti ia sungguh-sungguh mampu menjalankan tugas buat mengusut tuntas kejahatan penculikan para gadis siswa sekolah menengah yang menghantui seputaran wilayah kota Jakarta Utara.

Jalur skenario oleh Monty Tiwa dijalin sederhana yang menumpangkan beban lakon pada Anisa yang beradik perempuan satu-satunya, Dinda. Dimana lantaran kerja berani Anisa, justru si adik ikut-ikutan jadi korban penculikan.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan dalam sebagian keterangan tertulisnya, bahwa kecenderungan mengangkat isu perdagangan manusia karena menilai penting apalagi telah marak terjadi. Isunya pun global, bukan lagi cuma permasalahan di dalam negeri dan melibatkan para pihak kejahatan internasional.

Masih jarang perfilman nasional yang mau mengangkat isu beginian. Lagipula, diakui oleh Kadiv Humas Polri, pihaknya berkehendak menampilkan sisi lain dari kehidupan petugas kepolisian. “Kami ingin mengangkat sisi-sisi humanis dari seorang polisi. Tentunya, dengan segala bumbu-bumbu drama yang enak untuk ditonton,” jelasnya tentang film drama aksi yang memunculkan Komjen Pol Setyo Wasisto sebagai sosok wartawan peliput mencecar Kompol Angga (Yama Carlos) dalam salah satu bingkai adegan.

Lengkapnya, “Hanya Manusia” mulai ditayangkan serentak di bioskop-bioskop seluruh indonesia mulai 7 November mendatang. Lumayan seru, meski sesungguhnya ada harapan besar di waktu mendatang kita mau menonton sisi tindakan-tindakan penumpasan lain dari petugas-petugas Kepolisian RI terhadap kejahatan-kejahatan internasional, termasuk peredaran narkoba dan serangan terorisme. (yay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *