Lauv, OCD dan “Sad Forever”

FOKUSKINI – Gangguan kesehatan mental bisa terjadi secara manusiawi. Siapa saja mungkin pernah tertimpa permasalahan semacam ini.

OCD. misalnya, ternyata sering terjadi di awal usia dewasa. Tetapi juga bisa dialami oleh anak belia atau remaja.

Penderita OCD terkadang sudah menyadari bahwa pikiran dan tindakannya berlebihan, tetapi tetap merasa harus melakukannya dan tidak dapat menghindarinya.

Jangan cemas, karena gejolak depresi kejiwaan serupa juga sempat terjadi pada Lauv atau Ari Staprans Leff. Namun penyanyi dan penulis lagu ini — yang batal konser di Jakarta akibat aksi kerusuhan 21-22 Mei lalu — meluapkannya ke dalam singel rilisan terbarunya, Sad Forever.

Sebab dia menyadari dirinya butuh pertolongan psikiater dan mengupayakan pengobatan telaten, serta menganggap perlu menolong orang lain yang bernasib serupa demi menghapus stigma sosial yang dihadapi para penderita OCD.

Menurut pemberitaan RollingStone, Lauv bakal mendonasikan semua hasil keuntungan dari lagu “Sad Forever” bagi organisasi kesehatan dunia termasuk diantaranya Bring Change to Mind (Amerika Serikat), Time to Change (Inggris), Mind HK (Hong Kong) dan Beyond Blue (Australia). (jos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *