Rayakan Hari Film Nasional: “Film Indonesia Keren”

FOKUSKINIFilm Indonesia Keren dijadikan topik isu positif yang hendak diusung terkait perayaan Hari Film Nasional ke-69 pada tahun ini. Bukan cuma menggelar pemutaran film-film nasional secara gratis buat warga masyarakat serta ruang eksibisi sejarah film nasional, karena juga nanti berlangsung diskusi perbincangan yang mengundang apresiasi publik penonton dan para penggiat perfilman.

“Sembari berharap momentum HFN tahun ini bisa menjadi gelanggang edukasi yang dibangun dari berbagai pengalaman kolektif seusai menonton film bersama-sama, seperti sejauh ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan program Bioskop Keliling ke berbagai daerah Nusantara dalam upaya memenuhi hasrat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap nilai budaya film karya anak negerinya sendiri ditengah problema kekurangan jumlah layar bioskop,” ungkap keterangan Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid mengenai agenda kegiatan dalam perayaan HFN yang dipusatkan di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikbud mulai Kamis (28/3/2019) hingga Sabtu (30/3/2019).

Patut disesali, sambung Hilmar Farid, jumlah layar bioskop yang terhitung masih ribuan saja, sementara jumlah penduduk Nusantara mencapai sekira lebih dari 260-an juta orang.

Penyebaran ataupun pengadaan Bioskop Keliling juga kembali pada volume penyediaannya, oleh sebab problem masih sangat terbatasnya maka untuk berharap dampak yang sangat luas jelas belum bisa pula memenuhi harapan warga. “Tetapi bioskop keliling dapat terbilang cukup sukses menciptakan tren menonton secara kolektif sehingga menjadi suatu kebiasaan, karena hampir semua nobar selalu ramai-ramai yang hadir menonton,” terang Hilmar.

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid (tengah), Ketua Parfi ’56 Marcella Zalianty dan Kepala Pusbangfilm Maman Wijaya (foto: Ibonk)

“(Yang penting) Sudah bikin orang-orang ngumpul. Jadi ini yang mesti dibedakan adalah (bioskop keliling) menciptakan budaya menonton, karena hari gini semakin banyak orang melakukan cara-cara individual, personal, terisolasi, Jadi sekarang, kalau ada pengalaman kolektif menonton di bioskop keliling, pasti itu mendidik dan mengajak berapresiasi menjadi jauh lebih mudah, karena melalui pengalaman personal susah dikejar apalagi dengan kini anak-anak menonton bisa tanpa batas,” tambahnya.

Puncak perayaan Hari Film Nasional berlangsung hari Jumat nanti (29/3/2019) jam 13.00-15.00 WIB dihadiri Presiden Joko Widodo dan Mendikbud Prof Dr Muhajir Effendy dengan kegiatan utamanya upacara pemberian penghargaan Apresiasi Kesetiaan kepada sepuluh sineas Indonesia yang telah setia bekerja selama 30 tahun demi untuk menjaga kelanjutan perfilman Nusantara.

Perayaan HFN 2019 juga diperingati menyebar di berbagai lokasi di Bandung, Jawa Barat sampai Sulawesi Barat, Sumatera Barat dan banyak lagi kawasan provinsi lainnya menikmati pelayanan bioskop keliling dengan penyediaan sebanyak 127 unit. (yay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *