“Siraman Qolbu” di MNCTV, Lanjutkan Penyembuhan di Saat Ramadhan

FOKUSKINI – Masyarakat pemirsa “Siraman Qolbu” yang setia menantikan program tayangan metode pengobatan Islami ini setiap hari di MNCTV mulai jam 05.30 WIB, ayo bersiap-siaplah untuk tetap terus menyaksikan karunia penyembuhan segala penyakit oleh Kuasa Allah.

Ya betul banget, program siaran religi nomor 1 di Indonesia — padahal baru 7 bulan berjalan dengan narasumber Ustadz Dhanu dan Ustadz Munawir serta dipandu Irfan Hakim — dipastikan tetap untuk berlanjut tayang di periode bulan suci Ramadhan nanti.

“Kalau biasa kita mendengar keluh kesah jemaaah terpilih, kemudian kita mendoakannya di setiap episode penayangan Siraman Qolbu maka kali ini ada yang berbeda di bulan Ramadhan. Semua penyakit ternyata ada hubungannya dengan akhlak ataupun perilaku yang kita lakukan, dan itu dibahas dengan tuntas dengan diajarkan bagaimana kita harus berdoa. Jadi bukan sekadar mendoakan tapi mengajarkan doa agar bisa dilakukan secara terus menerus oleh para jamaah itu sendiri,” jelas Irfan Hakim dalam keterangannya.

Dibantu menjelaskannya lebih jauh, Ustadz Dhanu menerangkan bahwa Siraman Qolbu awalnya mencoba untuk mendesain bagaimana memberi pemahaman kepada jamaah tentang kenapa banyak kini datang keluhan dan tudingan kepada dokter yang tidak mampu menangani ataupun menyembuhkan penyakit.

Kemudian ketika mereka berusaha mencari orang pinter atau dukun, koq ya ternyata dilarang. “Kemudian kita mencoba masuk (ke permasalahan mereka) melalui Siraman Qolbu untuk mencoba mengajarkan tauhid, mencoba mengajar mengajak lurus, dan kemudian mereka menemukan solusinya,” lanjut Ustadz Dhanu.

“Insya Allah, di bulan Ramadan, yang biasanya di hari-hari biasa kita mendoakan dengan doa-doa yang ringan dan orang-orang pun paham akan doa-doanya sehingga kelihatan tidak aneh — namun di bulan Ramadhan saya mendesain metode untuk mengajarkan doa kepada jemaah. Ada yang sakit kaki, ada yang sesak napas, ada yang pusing … Nah itu, saya mengajarkan berdoa yang bisa menghasilkan penyembuhan serupa yang hanya dibedakan oleh iman masing-masing,” lanjut keterangan Ustadz Dhanu.

Di bulan Ramadhan, “Siraman Qolbu” mencoba beda karena juga menghindari momen jemaah yang sekonyong-konyong jatuh berteriak dan sebagainya. “Demi untuk menghormati bulan Ramadhan, kita mengajarkan untuk berdoa sendiri-sendiri, dan yang nonton di rumah bisa merekam nantinya ataupun dicatat, kemudian dijadikan doa bagi pemirsa yang jatuh sakit. Banyak sekali jamaah yang menceritakan setelah melihat Siraman Qolbu, banyak yang sembuh. Berdoa dan dianalisa kenapa jemaah sakit dan kemudian diajarkan berdoa,” tambahnya.

“Sebetulnya, kesembuhan bukan tujuan utama tapi mengembalikan agar individu yang bersangkutan tobat dengan dibantu doa oleh karena segalanya Kuasa Allah, dan bila ada yang kesurupan adalah diluar kekuasaan kita juga,” Irfan ikut menambahkan. (yay/joj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *