TVRI Keluarkan Logo Terbaru sebagai Bagian Penting Kultur Dunia

FOKUSKINIMasyarakat pemirsa sepelosok Nusantara sudah melihat dong, kini TVRI telah resmi menggunakan logo terbarunya mulai akhir pekan di akhir Maret 2019 yang melambangkan bulatan RI diantara besarnya dunia sebagai bagian penting di jagat raya termasuk kekuatan kebudayaannya.

Jangan lupa, diingatkan oleh Direktur Utama TVRI Helmy Yahya, TVRI adalah televisi publik yang tugasnya harus mengedukasi dengan unsur pendidikan berbudaya, mengimformasikan memberitakan yang mesti netral, independen tidak memihak, bersifat sosial anti hoax, anti berita bohong tanpa caci maki, dan bersiaran menghibur dengan muatan mutu dan berinspirasi.

“Itulah TV publik sebagai miliknya kita semua demi untuk pendidikan anak kita ke depan, dengan berbagai program edukasi anak. Dengan muatan budaya yang tidak boleh mati dan harus berketerusan, karena sebagai TV publik berkewajiban menampilkan seluruh program budaya Nusantara yang kalau tidak kita menjaganya bisa membuat anak-anak kita kehilangan. Kita pastinya intens pula, dengan misalnya seni budaya wayang kulit,” papar Helmy yang sudah selama 16 bulan ini memimpin TVRI.

Itulah kenapa pula sebagai TV publik yang harus mencerdaskan warganya, kini pihaknya resmi menggalang kerjasama dengan Discovery Channel terkait joint production dan distribution dimana tayangan-tayangan program TVRI dapat didistribusikan melalui Discovery Networks Asia-Pacific.

Sejauh ini setiap Sabtu mulai jam 20.00 WIB, Discovery Channel sudah dapat disaksikan di TVRI lewat berbagai program yaitu African Wild, Expedition Mungo, Bering Sea Gold, Deadlist Catch, Come On In, dan May’s Kitchen.

Program tayangan edukasi berbudaya lainnya kini juga disiapkan — tetapi masih melakukan pengembangan berbagai karakter animasi lokal Indonesia — yakni Badanamu berasal dari negara Korea Selatan.

“Tunggu sekitar satu sampai dua bulan lagi,” janji Apni Jaya Putra selaku Direktur Program dan Berita TVRI sembari memperkenalkan salah satu maskot Badanamu, badak Rino yang selaras dengan permintaan Helmy dibuat karakteristik kelokalan Indonesia memakai peci dan bersyal merah putihnya Pramuka. (yay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *