Fokuskini – Delapan tahun adalah jejak waktu yang menandai perjalanan, pertumbuhan, pencarian juga perjuangan Segitiga Art Community dalam menghidupi ruang seni dengan semangat kolaborasi dan keberagaman.
Di usia yang ke-8, lebih lanjut Syafril Cotto selaku Ketua, menyampaikan rasa bersyukur karena dapat mempersembahkan pameran bertajuk “Ruang Hijau” sebagai refleksi sekaligus perayaan buat segala yang tumbuh—baik dalam ranah estetika, wacana, maupun jejaring kemanusiaan.
“Ruang Hijau kami pilih bukan hanya sebagai metafora bagi harapan dan keberlanjutan, tetapi juga sebagai penegasan bahwa seni memiliki daya regeneratif. Ia menyembuhkan, menghubungkan, dan memulihkan,” ungkapnya.
“Dalam situasi dunia yang semakin hirukpikuk, karya-karya dalam pameran ini hadir seperti oasis; menawarkan keteduhan batin, ruang kontemplasi, dan bahkan kritik yang menyegarkan,” imbuh Syafril.
Pameran ini diikuti oleh para seniman dari berbagai latar, generasi, dan gaya ungkap yang masing-masing membawa narasi khas tentang ruang, lingkungan, dan kehidupan.
“Mereka bukan hanya mengisi dinding-dinding Balai Budaya (hingga 28 Juli nanti) dengan warna, tapi juga menyuarakan kegelisahan, cinta, serta imajinasi dunia yang lebih hijau—secara ekologismaupun spiritual,” jelasnya.
Dibuka resmi oleh mantan penyidik KPK, Novel Baswedan yang kini telah kembali bertugas di lingkungan Polri, ia menyebut karya seni bukan hanya goresan perangkat melukis dan pilihan warna belaka tapi curahan hati lewat bahasa yang kaya perspektif, ketekunan dan paling utama adalah kejujuran — ada kepedulian, keberanian yang kesemuanya itu berhubungan dengan integritas yang berkaitan erat dengan sikap kepentingan antikorupsi.

