“Reverie”: Energi Positif dan Optimisme dari Flawes

Fokuskini – Optimisme dan kegigihan adalah dua pesan yang disampaikan oleh trio alt-pop dari Inggris, Flawes melalui lagu-lagu mereka belakangan ini termasuk “Higher Than Before”“What’s A Boy To Do”, dan “Holding Out For The Win”. Kreativitas dan tekad kuat mereka akhirnya membuahkan hasil berupa mini album terbaru mereka, Reverie yang telah dirilis kemarin.

Reverie mulai dikerjakan oleh Flawes secara jarak jauh pada masa peraturan lockdown yang berlangsung pertama kalinya di Inggris. Reverie dikerjakan bersama-sama dengan produser lansia Toby Scott yang juga menangani Pet Shop Boys. Hasilnya adalah Reverie, sebuah EP yang membawa energi positif dan optimisme di masa saat kita tengah membutuhkannya.

Frontman mereka, JC Carruthers mengatakan, “Saat sedang terjadi banyak hal di dunia, EP ini dapat membantu kita lari dari semuanya selama 30 menit. Rasanya sangat menguatkan. Aku adalah seseorang yang optimistik, saat pikiranku diganggu banyak hal, aku mengeluarkan semua keluh kesahku lewat sebuah lagu dan meninggalkan dunia ini sejenak.”

Salah satu lagu baru di EP tersebut, I Don’t Quit For No One, menyajikan nuansa berbeda dari Flawes dengan bagian awal yang introspektif yang kemudian bertransisi menjadi sebuah produksi yang mengingatkan kita kepada Massive Attack. Terinspirasi dari komitmen JC terhadap musik, lagu tersebut merupakan pesan agar kita tetap berpegang erat kepada impian kita, meski banyak orang yang ragu.

“Melanjutkan tema besar dari EP Reverie, I Don’t Quit For No One adalah lagu pembangkit dan pembakar semangat, menepis opini-opini negatif orang lain yang dapat menjatuhkan kita,” ujar JC lagi. “Lagu tersebut mengingatkan kita untuk melihat ke depan dengan semangat positif. Aku tidak akan pernah berhenti, tidak peduli jika orang-orang lain mengatakan atau melakukan apapun.”

Kemampuan Flawes memadukan musik mereka dengan sedikit elemen throwback terdengar jelas di “Move Over.” Lapisan-lapisan harmoni vokal dengan efek autotune sesuai dengan sound genre pop di 2021, yang kemudian dikontraskan dengan letupan-letupan drum ala 1980-an yang menggema.

Lagu terbaik di EP Reverie disimpan di lagu terakhir dengan “Against All Odds”. Lagu retrospektif Flawes mengenai perjalanan mereka sejauh ini termasuk semua yang telah mereka capai, serta impian mereka untuk masa mendatang.

Gitaris Freddie Edwards mengungkapkan, “Banyak yang tak menganggap musik sebagai sebuah pilihan karir. Lagu ini adalah untuk orang-orang yang meragukan itu,”

Untuk merayakan perilisan Reverie, Flawes mengagendakan gelaran konser virtual bertajuk A Night of Reverie secara gratis, dan disiarkan lewat YouTube. Lagu-lagu dari EP terbaru mereka dan dari album perdana Highlights secara khusus dibawakan di konser yang rencananya digelar pada 2 Maret nanti mulai pukul 20.00,

Tahun 2020 seharusnya menjadi tahun yang paling penting untuk Flawes. Agenda konser mereka sudah diisi dengan lima penampilan di SXSW, konser tur Eropa, dan sejumlah penampilan di panggung utama festival-festival musik ternama sepanjang musim panas. Meski semua penampilan mereka harus terhenti sementara, musikalitas Flawes kembali dibuktikan dengan dirilisnya ‘Reverie’ yang menampilkan lagu-lagu terbaik mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *