Aymeric Laporte: Bela Spanyol Karena Diabaikan Prancis

Fokuskini – Sesi puncak grand final dari turnamen UEFA Nations League akan menjadi momen tidak terlupakan bagi para pemain Prancis dan Spanyol, tetapi akan sangat spesial bagi bek Manchester City, Aymeric Laporte.

Laporte bermain lebih dari 50 kali untuk skuad muda Prancis, menjadi kapten Les Bleus di level U-17, U-18, U-19 dan U-21. Tetapi tidak pernah tampil untuk tim nasional di bawah kepimpinan pelatih Didier Deschamps.

Setelah menjadi warga negara Spanyol sejak Mei lalu, peralihan rasa kesetiaan nasionalnya telah membuahkan hasil. Bek tangguh Manchester City berusia 27 tahun itu beragendakan melawan timnas negara kelahirannya hari Senin esok di Milan, Italia saat Spanyol berambisi besar menjadi juara Nations League.

“Ini akan menjadi pertemuan yang sangat istimewa bagi saya. Tetapi, seperti yang selalu saya katakan, saya sangat fokus. Saya 100% atau bahkan 300% dengan Spanyol,” kata Laporte melalui akun Twitter resmi timnas Spanyol.

“Saya akan memberikan segalanya. Saya akan menghadapi mantan rekan satu tim (dari tim junior Prancis) tetapi satu-satunya hal yang saya pikirkan adalah memenangkan final ini, itu hal terpenting bagi saya saat ini.”

Bek tengah ini tumbuh di barat daya Prancis tetapi pindah ke Spanyol pada 2010 untuk bergabung dengan akademi muda Athletic Bilbao.

Deschamps mengatakan bahwa dirinya belum pernah berbicara dengan Laporte sejak ia membuat keputusan untuk beralih ke Spanyol.

“Saya tidak berbicara dengannya lagi. Dia memiliki kesempatan ini dan saya menyenangi (pilihannya). Dia (pernah) bersama kami, sekarang dia bersama mereka, itu adalah pilihannya dan saya menghormatinya,” kata Deschamp seperti dilaporkan Reuters.

“Itu adalah jalan yang ingin dia ambil, dan saya harap itu berjalan dengan baik untuknya, bahkan jika besok jalan kita akan bersilangan,” tambahnya.

Keputusan untuk berpindah negara, dapat dilakukan pemain sepakbola Eropa selama mereka tidak pernah lebih bermain dalam tiga pertandingan resmi membela negara asalnya, dan belum bermain di Piala Dunia atau turnamen kontinental.

Pada 2016, Laporte mengatakan, saat bertugas internasional dengan Prancis, ia memiliki kesempatan untuk menjadi warga negara Spanyol tetapi memilih untuk tetap bersama Les Bleus demi mengejar debut pertamanya.

Laporte diumumkan cedera ketika namanya masuk daftar skuad Prancis untuk pertandingan kualifikasi Euro 2020 melawan Albania dan Andorra.

“Begitu Aymeric bisa bermain untuk kami, dia mulai memberikan kontribusi besar,” kata Luis Enrique, Juli lalu. “Dia adalah seorang top player dalam fase menyerang maupun bertahan. Dia adalah bek yang luar biasa, dan kami semua senang dia memutuskan bermain untuk Spanyol.”

Spanyol dibawah kepelatihan Luis Enrique mengejutkan banyak orang karena mampu mengakhiri rekor dunia 37 pertandingan tidak terkalahkan Italia dalam perjalanan ke final Nations League, dan setelah mengalami kegagalan di babak semifinal disingkirkan Italia di semifinal Euro 2020, Laporte bertujuan untuk menempuh lebih jauh lagi bersama timnas Spanyol.

“Sangat penting untuk membalas dendam kami pada Italia setelah apa yang terjadi di Kejuaraan Eropa,” tambahnya. “Mengalahkan Italia (di semifinal Nations League) memberi kami kepercayaan diri untuk pulang dengan medali emas di leher kami,” tegas Laporte.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *