Catur Curang Mengandalkan Ponsel di Era Internet

Fokuskini – Larangan bermain di semua kompetisi catur selama 2 tahun bagi Patrycja Waszczuk, jelas merugikan bagi masa depan FIDE Master Wanita berusia 17 tahun itu. Padahal, ia menjadi harapan besar bagi catur putri Polandia. Pada 2019, ia memenangkan Kejuaraan Putri Eropa U16, pada Maret tahun ini ia memenangkan Kejuaraan Wanita Polandia U18, dan pada Agustus ia adalah pemain termuda di Kejuaraan Wanita Polandia secara keseluruhan. Karirnya sekarang diprediksi runtuh, bagaimanapun, setelah dia dilarang bermain selama dua tahun dengan dinyatakan bersalah melakukan “doping elektronik”, menggunakan perangkat lunak komputer catur untuk mencurangi lawan bermain.

Bukan sembarang tuduhan, karena kecurangan tersebut bedasarkan pada beberapa bukti, yang terkuat adalah bahwa pecatur putri Polandia lainnya, Katarzyna Dwilewicz, mengintip Patrycja menggunakan ponsel di toilet selama putaran babak 4 Festival Catur Ustron.

Federasi Catur Polandia menekankan bahkan hanya membawa ponsel di toilet sudah cukup untuk menerbitkan keputusan larangan, tetapi melalui wawancara eksklusif dengan Katarzyna terungkap kenyataan Patrycja menggunakan perangkat lunak catur untuk menganalisis permainannya.

Dalam laporan kami tentang skandal tersebut, kami mengutip dari resolusi yang diterbitkan baru-baru ini dari Komisi Penghargaan dan Disiplin Federasi Catur Polandia, yang mencakup temuan, “[Patrycja] menggunakan telepon di toilet, yang dikonfirmasi oleh laporan saksi mata Ms. “. Saksi mata itu, yang namanya disamarkan, adalah Master FIDE Wanita berusia 21 tahun Katarzyna Dwilewicz, yang setuju untuk berbicara dengan Chess24 tentang apa yang dilihatnya.

Ayah Patrycja berbicara tentang larangan berkompetisi kepada putrinya, “konspirasi oleh dua rival langsung putrinya”, dan kemudian Katarzyna Dwilewicz menyatakan belum pernah bermain melawan dia. Faktanya,di Ustroń Open adalah pertama kalinya kami bertemu, karena kami bahkan belum pernah bermain di turnamen yang sama sebelumnya.

Paricya pergi ke toilet lebih dari selusin kali dalam setiap babak permainan, dan itu benar-benar mengganggu, terutama setelah mendengar tentang semua kecurigaan terdahulu.

Saya sedang bermain melawan Anna Kubicka , dan kemudian saya melihat Patrycja bangkit meninggalkan permaianan (dia bermain dekat dengan kami). Ketika ia meninggalkan arena kompetisi, saya sempat menunggu 30 detik, dan lalu pergi membuntutnya. Di kamar mandi gedung pertandingan ada tiga toilet. Dia pergi ke yang di kiri (yang tengah memiliki sedikit celah di sisi pintu dan yang kanan memiliki jendela dengan pemandangan halaman belakang). Tidak ada orang lain di sana.

Aku pergi ke tengah dan diam-diam mulai berdiri di dudukan toilet. Jantungku berdegup kencang saat aku memanjat di toilet! Tubuh saya gemetaanr. Akhirnya, ketika saya naik cukup tinggi, saya melihat ke bawah. Saya melihatnya duduk. Dia menggunakan telepon dan saya yakin dengan apa yang saya lihat. Saya melihat dengan jelas layar ponsel. Dia kelihatan memeriksa variasi dari program catur.

Patrycja tidak mengetahui keberadaan saya. Ia tidak tahu, aku sedang mengawasinya. Kemudian saya bersembunyi dan menunggu sampai dia pergim dan saya segera pergi ke arbiter. Saya melaporkan apa yang saya lihat kepada mereka.

Patrycja menolak untuk digeledah. Dia tidak ingin menunjukkan tasnya, dan mengakui dua kali bahwa dia memiliki ponsel kedua.

Ayah Patrycja Waszczuk telah berjanji untuk mengajukan banding, sementara untuk saat ini larangan tersebut hanya berlaku secara ketat di Polandia. Wakil Presiden FIDE Łukasz Turlej mengatakan kepada Chess24 apa yang mungkin terjadi selanjutnya.

Bagaimana ini? Kasus kecurangan di masa dominannya orang kini berlanggan internet ataupun gratis memanfatkan wifi di banyak gedung komersial dan olahraga, serta setiap orang kini mengantongi ponsel, pastinya menggampangkan pemain menjelajah variasi dari program catur melalui ponselnya. Jadi jangan heran bila Anda bermain catur klasik secara virtual dalam tempo sebutlah sebanyak-banyaknya 15 menit, dan lawan Anda berubah “jadi jago” setelah sekian lama menunda langkah jawabannya. Tapi jangan sembarang menuduh ya! (jos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *