Ceramah dan Baca Karya Puisi Goethe di Bentara Budaya Bali

Fokuskini – Berthold Damshäuser, pakar sastra asal Jerman dalam lawatannya kali ini di Indonesia akan berbagi pandangan dan pemahaman bagi masyarakat sastra di Bali — berlangsung di Bentara Budaya Bali pada 28 September nanti mulai jam 19.00 WITA — melalui pembacaan terjemahan Indonesia berbagai karya puisi Johann Wolfgang von Goethe (1749-1832), pujangga Jerman terbesar dan termasuk tokoh paling gemilang dalam sejarah sastra dunia.

Berthold juga akan memberi gambaran tentang pemikiran dan gagasan Goethe. Ceramah dan baca puisi Goethe oleh Berthold Damshäuser bersesi tanya-jawab ataupin diskusi tentang Goethe, dan bisa juga mengarah ke keadaan dewasa ini yang diwarnai unsur clash of civilisation, termasuk islamofobia sebagai fenomena baru di masyarakat Barat.

Menjadi fokus acara adalah kenyataan bahwa Goethe merasa sangat dekat dengan agama Islam. Ia terkenal dengan ucapannya: “Saya tidak menolak dugaan bahwa saya seorang Muslim.“

Sejak muda Goethe tertarik dengan agama Islam. Berumur 22 tahun, Goethe menuliskan himne Mahomets Gesang (Dendang Nabi Muhammad), dan pada saat itu juga mulai menyusun karya drama berjudul Mahomet (Muhammad).

Kira-kira sejak tahun 1810, Goethe semakin tertarik kepada dunia timur, belajar bahasa Arab dan Persia, membaca lagi Al Quran dan puisi klasik dari Persia (Ferdusi, Rumi dan Hafiz). Pada tahun 1819 ia mempublikasikan kumpulan puisi yang legendaris, yaitu West-Östlicher Diwan (Diwan Barat-Timur), sebuah bukti monumental untuk kecintaannya kepada dunia Timur, termasuk nilai-nilai humanis agama Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *