{CERBUNG oleh Harapasa} Donal & Konci

SEKADAR gurau ataupun serius mengungkapkan isi hatinya, namun kemudian syukurlah karena Konci seperti memahami dan mulai mengurangi kecepatan mobil yang dikemudikannya.

Tetapi sialnya, beberapa kilometer jarak ke depan tetiba mobil sedan curian itu mendadak mati mesinnya, dan dengan sigap Konci segera menyetir kemudi ke tepian jalan. Konci bingung, menengok ke Donal yang tenang-tenang saja dan malah ketawa kegirangam.

“Lah gimana sih elu malah ketawa!..” “Bensinnya abis!” ucap Donal terkekeh. “Emang ini yg gue mau. Kita buang nih mobil, terus kita pesan taksi online aja ke bandara,” sambung Donal.

“Enak banget elu ngomong. Sepi gini mana ada yang mau?!” keluh Konci.

“Udah tenang aja, kita buang dulu neh mobil. Dorong ke bawah situ,” tunjuk Donal ke arah semak rimbun di punggir jalan yang curam. “Mumpung udah mulai malem dan sepi gini,” tambah Donal.

“Bodo amat!. Elu aja sana, sekalian sama elu-elunya terjum bebas,” umpat Konci, marah dan pergi menjauh setelah mengambil tasnya dari dalam mobil.

“Dasar mobil colongan! Masih mending mobil antik sekalian!” sungut hati kecil Konci berjalan menembus malam meninggalkan Donal dengan urusannya sendiri, dengan mobil curiannya yang kehabisan bensin.

“Lagian mana gue tau, fuel meter bensinnya rusak. Dasar penculik kaga bemodal. Culik anak orang kaya pake mobil ginian,” ungkap kata hati Donal seperti nyambung dengan apa yang sedang digundahkan Konci, mungkin…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *