{CERBUNG oleh Harapasa} Donal & Konci

DONAL dan Konci berjalan menuju kedai makan secara berdampingan, mengikuti pasangan suami istri yang akan meneraktir mereka untuk makan malam.

Tetapi ada apa dengan Donal, karena ia bagai tengah berangan kosong tanpa menyimak apapun omongan yang bermuatan janji Konci kepadanya.

Mungkin saja, situasi perut laparnya itu tengah mengajak dirinya ke alam lain, meninggalkan tubuhnya yang untungnya masih bisa berjalan tegap karena lumayan terlatih ketika ikut-ikutan jadi pemain sepakbola tarkam demi memperoleh uang sekadarnya.

Padahal sebagai bek, performanya lumayan bagus, dan mampu mencegat pergerakan berbahaya dari penyerang level pemain nasional yang kadang terpaksa mencari nafkah di arena sepakbola tarkam.

Memasuki kedai beruangan besar macam resto itu, keempatnya segera mencari tempat duduk dan meja kosong yang dianggap nyaman, agak menjauh dari para pengunjung lain.

Kedai makan itu terbilang cukup ramai, artinya memberikan pengunjungnya keyakinan bahwa menu resep makanan disitu sedap untuk dinikmati, dan tidak mengecewakan selera makan orang-orang.

Meski mungkin segalanya itu sama sekali tidak penting bagi pertimbangan Donal yang segera ikut masuk, dan langsung duduk di lokasi pilihan meja pesanan pasangan suami istri itu, sementara Konci mohon izin hendak berbelanja dulu ke indomaret yang berada tidak jauh dari kedai tanpa diantarkan Donal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *