Ekspor Pakaian Militer ke Filipina di Masa Pandemi

Fokusini – Di masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, PT Sritex, salah satu perusahaan tekstil terbesar Indonesia sudah melakukan pelepasan ekspor pakaian militer tahap pertama sebanyak delapan kontainer ke Filipina. Pelepasan ekspor ini merupakan bukti nyata komitmen para pelaku usaha untuk terus berkontribusi dalam peningkatan kinerja ekspor dan pemulihan ekonomi nasional.

“Hubungan perdagangan Indonesia dan Filipina mulai berkembang pesat. Kualitas produk militer buatan Indonesia lainnya kini juga semakin diakui. Sebelum mengekspor pakaian militer ini, Indonesia telah mengekspor kapal strategic sealift vessel, pesawat terbang NC212,serta lokomotif dan gerbong kereta api untuk perusahaan kereta api nasional Filipina (National Philippines Railway/NPR),” ujar Wakil Duta Besar RI untuk Filipina Widya Rahmanto lewat keterangannya.

Pada periode Januari—Oktober 2020, total perdagangan Indonesia dan Filipina mencapai USD 5,19 miliar. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Filipina tercatat sebesar USD 4,75 miliar, sedangkan impor Indonesia dari Filipina sebesar USD 441 juta. Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia terhadap Filipina surplus sebesar USD 4,3 miliar.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke Filipina adalah otomotif, batu bara, makanan kemasan, minyak sawit, kertas, pupuk, sereal, dan obat-obatan. Sementara komoditas impor utama Indonesia dari Filipina diantaranya sirkuit listrik, mesin printer dan komponennya, aksesoris otomotif, mesin pemanas, tembaga, plastik, serta alat optik.

Sementara itu, Atase Perdagangan RI di Manila, Lazuardi Nasution menyampaikan, ini menjadi pendorong bagi produsen garmen Indonesia untuk semakin percaya diri go international.

“Saat ini, banyak merek internasional yang dibuat di Indonesia. Ini sekaligus menunjukkan produk garmen Indonesia berkualitas tinggi dan banyak diminati. Ke depan, kami akan fokus dalam memperkuat merek-merek lokal Indonesia agar bisa berjaya di Filipina,” tegas Lazuardi.

Pelepasan ekspor ini adalah langkah awal PT Sritex dalam melakukan ekspor pakaian militer ke Filipina. Menurut Presiden Direktur PT Sritex Iwan Setiawan, Filipina merupakan negara ke-36 yang seragam militernya dibuat PT Sritex dan merupakan negara ke-8 di kawasan Asia Pasifik setelah Indonesia, Malaysia, Brunei, Timor Leste, Singapure, Nepal, dan Australia.

“Berkat komitmen yang kuat, usaha sebaik mungkin, serta berpikir out of the box maka tidak ada yang tidak mungkin,” terang Iwan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *