Ikuti Maunya Banyak Anggota, “NAMM Show 2022” Ditunda Hingga 3-5 Juni

FokuskiniNAMM Show, eksibisi pemasaran instrumen dan perangkat musik tahunan terbesar di dunia, menunda edisi musim dingin 2022 di Anaheim Convention Center, California, Amerika Serikat dari 20-23 Januari menjadi 3-5 Juni.

Langkah tersebut didorong oleh berlanjutnya kekhawatiran terhadap kondisi darurat kesehatan terkait pandemi COVID-19 secara umum dan varian delta secara khusus.

Hasil keputusan ini mencerminkan ketidakpastian mengenai protokol kesehatan nasional dan internasional selama pandemi yang sedang berlangsung. NAMM Show 2019 di Anaheim Convention Center berhasil menarik kedatangan lebih dari 115.000 anggota NAMM dari 120 negara. Mereka berkumpul untuk melakukan bisnis dan melihat deretan instrumen baru, peralatan tata suara dan sistem pencahayaan, peralatan teknologi musik digital, dan produk lain yang siap dipasarkan.

“Perpindahan dari Januari ke Juni tahun depan disebabkan 100% oleh pandemi, dan ada kemungkinan besar kami harus (juga) membatalkan (jadwal) pertunjukan di Januari 2022,” kata Presiden dan CEO National Association of Music Merchants Joe Lamond lewat keterangannya kepada Union-Tribune.

Jika semuanya berjalan sesuai harapan, katanya, organisasi bisnis nirlaba itu berencana untuk melanjutkan agenda pertunjukan Januari dan Juli di Anaheim dan Nashville, masing-masing pada tahun 2023.

“Untuk pertemuan besar seperti NAMM Show, butuh enam bulan untuk mengaturnya dengan hati-hati,” Lamond menekankan. “Dengan varian delta – dan mungkin varian baru lainnya yang berseliweran – kami hanya tidak memiliki kepastian bahwa kami dapat bergerak maju. Larangan dan pembatasan perjalanan global juga merupakan faktor utama bagi kami.”

Karena pandemi, NAMM Show pada Januari tahun ini menjadi yang pertama dalam sejarah organisasi berusia 120 tahun tersebut diadakan sepenuhnya secara online, dengan tajuk Believe in Music yang juga merupakan pertunjukan NAMM pertama yang gratis dan terbuka untuk umum, bukan hanya untuk anggota NAMM yang membayar iuran.

“Sepertinya banyak yang terlewatkan karena tidak diadakan secara tatap langsung,” kata Lamond. “Kehendak banyak anggota kami adalah mereka ingin kembali ke NAMM Show secara tatap langsung di Anaheim ketika segalanya telah aman untuk melakukannya.”

Pilihan penyelenggaraan secara online di lokasi Anaheim pada Januari lalu adalah keputusan pragmatis untuk NAMM, yang melaporkan bahwa industri peralatan dan teknologi musik global memiliki pendapatan sebesar USD17,3 miliar pada 2019, yang dari situ dengan penjualan di Amerika Serikat saja mampu menyumbang hampir USD8 miliar. Total pendapatan AS untuk tahun 2020 adalah USD7,21 miliar; penghitungan global untuk tahun 2020 akan diumumkan minggu depan.

Keputusan NAMM untuk menunda agenda acara tahun depan di Anaheim, dan berkonsolidasi dengan pertunjukan Nashville bulan Juli disambut oleh para pemimpin industri musik, termasuk Jamie Deering selaku CEO Deering Banjos Spring Valley dan Tom Sumner, presiden Yamaha Corp of America.

“Saya pikir itu ide bagus untuk memindahkan NAMM Show ke Juni dan (bergabung) dengan Nashville NAMM Show,” kata Deering kepada Union-Tribune. “Ini memungkinkan kami untuk menempatkan sumber daya kami ke dalam satu acara. Ini adalah periode waktu yang baik dari musim liburan musim dingin, yang merupakan waktu yang terkenal buruk bagi virus secara umum.”

“Anaheim NAMM Show selalu menjadi yang terbesar dan paling bermanfaat bagi kami. Jadi, dalam jangka panjang, apakah itu diadakan pada bulan Januari atau Juni tidak membuat perbedaan bagi kami.”

Pemikiran tersebut didukung oleh Sumner dari Yamaha Corp of America, salah satu produsen alat dan perangkat musik terbesar di dunia, dengan pendapatan global pada 2019 berjumlah sekira USD4 miliar.

“Saya pikir, perpindahan ke Juni adalah langkah yang baik, dan Yamaha mendukungnya,” kata Sumner, berbicara dari kantor Yamaha Buena Park dikutip dari The Fresno Bee.

“Apakah pandemi berlalu dengan cepat atau lebih lambat adalah pertanyaan besar bagi kita semua,” jelas Lamond. “Jadi, kami akan terus melakukan apa yang kami bisa kerjakan sekarang, yaitu beradaptasi secepat mungkin saat nanti kondisi berubah.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *