Industri Furnitur Nasional Berorientasi Ekspor dan Padat Karya

Fokuskini – Kementerian Perindustrian fokus mendorong sektor industri agar lebih berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Selama ini sektor manufaktur mampu memberikan sumbangsih cukup signifikan bagi perekonomian Indonesia.

Capaian industri manufaktur terlihat pada triwulan I tahun 2020. Sektor industri masih menjadi kontributor paling besar terhadap struktur PDB nasional hingga 19,98 persen, meskipun di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19. “Kami telah memetakan sejumlah sektor yang perlu dipacu kinerjanya karena punya potensi sebagai motor penggerak ekonomi saat ini,” ungkap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Salah satu sektor adalah industri furnitur, lantaran berorientasi ekspor dan padat karya. “Kami melihat, PT Saniharto Enggalhardjo, Demak, Jawa Tengah telah menjadi kebanggaan bagi bangsa, dengan mampu menghasilkan produk-produk yang klasifikasinya high-end,” ujar Agus, mencontohkan.

Hal tersebut juga membuktikan bahwa kompetensi sumber daya manusia (SDM) industri di Indonesia berkualitas. Misalnya, yang ditunjukkan oleh para karyawan PT Saniharto Enggalhardjo dalam membuat alat musik grand piano dengan spesifikasi yang terbaik di dunia.

“Saniharto ini adalah industri dalam negeri yang telah mendapat kepercayaan luar biasa dari klien internasional, bukan hanya level biasa saja, tapi dari kalangan ekonomi up scale. Dengan menghasilkan produk berkualitas tinggi ini, artinya anak bangsa mampu memenuhi kebutuhan dan selera pasar global,” paparnya.

Bahkan, di tengah masa pandemi Covid-19, pabrik yang memproduksi furnitur ekspor untuk kebutuhan perhotelan, apartemen, perumahan mewah, serta perkantoran itu masih menerima order baru yang cukup besar dari jaringan perusahaan hotel di luar negeri. Sehingga, perusahaan tetap beroperasi tanpa melakukan PHK maupun pemotongan gaji, dengan menerapkan protokol kesehatan terhadap 2.000 pekerjanya.

Kemenperin mencatat, industri furnitur mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional melalui capaian nilai ekspornya. Sepanjang tahun 2018, nilai pengapalan produk furnitur nasional menembus hingga USD1,69 miliar atau naik empat persen dibanding perolehan tahun 2017.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *