Irlandia Tetap Jadi Bagian Tuan Rumah Euro 2020 yang Tertunda

FokuskiniIrish Post mengabarkan Republik Irlandia dapat tetap untuk terpilih kembali menjadi tuan rumah bersama di turnamen sepakbola tahunan Kejuaraan Eropa tahun depan, karena UEFA berupaya merestrukturisasi akibat komplikasi yang disebabkan oleh krisis pandemi virus Korona.

Aliansi antara Irlandia, Inggris, Belanda dan Denmark telah diusulkan yang akan membuat keempat negara berbagi tugas sebagai tuan rumah Euro 2020.

Turnamen tersebut, pada awalnya dijadwalkan untuk dimainkan di 12 negara di seluruh Eropa pada bulan Juni dan Juli tahun ini.

Sepanjang sejarahnya, Euro secara tradisional diselenggarakan hanya oleh satu atau dua negara, tetapi UEFA memutuskan untuk menyebarkan turnamen 2020 di 12 negara demi perayaan ulang tahun ke-60 penyelenggaraan kompetisi.

Tetapi setelah krisis Covid-19, yang memaksa turnamen ditunda hingga 2021, rencana untuk penyelenggara 12 negara tuan rumah yang berbeda diperkirakan akan dibatalkan.

Irlandia semula sudah ditetapkan menjadi tuan rumah untuk beberapa pertandingan di bawah format asli, dengan Stadion Aviva Dublin dipilih untuk pertandingan penyisihan grup serta babak 16 Besar. Tapi sekarang tampaknya mereka mungkin harus bergiliran untuk tugas tuan rumah secara lebih signifikan.

Dengan peluncuran vaksin Covid-19 potensial yang kemungkinan belum beredar luas hingga tahun depan, UEFA mencari cara untuk membuat peta jalan ke turnamen klasik mereka itu pada pertemuan komite eksekutif berikutnya pada tanggal 3 Desember mendatang.

Saran lain hanya satu negara yang mengambil tugas sebagai tuan rumah. Rusia telah diajukan sebagai opsi, tetapi karena mereka terhitung baru saja menjadi tuan rumah Piala Dunia dua tahun lalu, tampaknya itu jadi pilihan yang tidak mungkin.

Inggris adalah pilihan yang lebih mungkin, terutama mengingat infrastruktur untuk menjadi tuan rumah turnamen besar sudah tersedia, tetapi menyebarkan turnamen ke sejumlah negara mungkin menjadi pilihan yang lebih layak karena alasan krisis kesehatan akibat pandemi yang belum kunjung berakhir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *