Kemenkes Kerjasama dengan 17 Platform “Telemedicine”

Fokuskini – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa mayoritas pasien terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron memiliki gejala ringan dan tidak bergejala, serta tidak membutuhkan perawatan yang serius di rumah sakit. Hanya perlu menjalani isolasi mandiri di rumah kediamannya dengan diberikan suplemen vitamin maupun obat terapi tambahan yang telah resmi diizinkan penggunaannya.

”Kenaikan transmisi (varian) Omicron akan jauh lebih tinggi daripada Delta, tetapi yang dirawat (di RS) lebih sedikit. Sehingga strategi layanan dari Kementerian Kesehatan, dari yang sebelumnya ke RS — sekarang fokusnya di rumah (pasien) saja. Akan banyak yang terinfeksi namun tidak perlu ke RS,” diterangkan Menkes.

Untuk itu, Kemenkes bekerjasama dengan 17 platform telemedicine memberikan jasa konsultasi dokter dan jasa pengiriman obat secara gratis bagi pasien COVID-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya untuk mempercepat proses kesembuhan.

Deretan platform tersebut yaitu Alodokter, Getwell, Good Doctor, Grabhealth, Halodoc, KlikDokter, KlinikGo, Link Sehat, Milvik Dokter, ProSehat, SehatQ, YesDok, Aido Health, Homecare24, Lekasehat, mDoc, Trustmedis, dan Vascular.

Kemenkes juga akan melakukan penyesuaian dengan merekomendasikan perubahan peraturan penatalaksanaan pasien COVID-19 termasuk menyertakan penggunaan obat Monulpiravir dan Plaxlovid untuk terapi pasien COVID-19 bergejala ringan.

Dari hasil penelitian, Molnupiravir dan Plaxlovid mampu mengurangi gejala parah bahkan kematian pada pasien COVID-19, dan telah diujicobakan kepada pasien COVID-19 dan terbukti aman.

Keduanya juga telah mendapatkan izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat Amerika Serikat (FDA). Saat ini Molnupiravir juga sudah mendapatkan EUA (Emergency Use Authorization) dari BPOM dan akan segera digunakan. Plaxlovid sedang dalam proses mendapatkan EUA dari Badan POM.

Menkes merinci dari total kasus terkonfirmasi Omicron (di Indonesia), 99% gejalanya ringan dan tanpa gejala. “Kita akan menghadapi gelombang dari Omicron, jangan panik, kita sudah menyiapkan diri dengan baik. Pengalaman menunjukkan walaupun naiknya cepat, tapi gelombang Omicron ini turunnya juga cepat. Yang penting jaga prokes, disiplin melakukan surveilans dan percepat vaksinasi bagi yang belum dapat vaksinasi,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *