Kemenperin Memotivasi Industri Alat Kesehatan Nasional

Fokuskini – Kementerian Perindustrian ikut memotivasi produksi ventilator yang akan dimanfaaatkan sebagai alat bantu pernapasan untuk pasien Covid-19. Langkah ini sejalan dengan tekad pemerintah Indonesia terkait upaya penangangan virus korona di tanah air melalui penyediaan peralatan kesehatan buatan dalam negeri.

“Guna mencapai sasaran tersebut, perlu adanya kolaborasi stakeholder, pihak pemerintah, pelaku industri dan akademisi,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin, Eko SA Cahyanto di Jakarta, hari Rabu (25/11/2020).

Kepala BPSDMI Kemenperin menyampaikan, pihaknya telah meninjau pelaksanaan pelatihan perakitan ventilator yang diselenggarakan PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri (YPTI) di SMK SMTI Yogyakarta.

Menurut Eko, pelatihan yang berlangsung hingga 27 November nanti merupakan wujud nyata sinergi antara unit pendidikan vokasi milik Kemenperin dengan pelaku industri. “Dengan memanfaatkan teaching factory yang sudah kami punya, SMK SMTI Yogyakarta juga didorong untuk bisa membuat alat-alat kesehatan seperti ventilator. Ini menjadi model bagi pendidikan vokasi di Indonesia,” paparnya.

Eko mengungkapkan, SMK SMTI Yogyakarta menjadi satu-satunya sekolah vokasi di tanah air yang dipercaya sebagai SIEMENS Certification Center di Indonesia. Sekolah tersebut juga diusulkan menjadi model untuk pembentukan German Indonesia Vocational Institute (GIVI).

“Pelatihan perakitan ventilator antara SMK SMTI Yogyakarta dengan PT YPTI ini bertujuan untuk memberikan pemahaman, pengalaman dan untuk menyiapkan peserta, yang merupakan para guru SMK SMTI Yogyakarta dengan dibantu oleh para siswa, agar dapat merakit ventilator skala industri yang memenuhi standar kesehatan,” terangnya.

Melalui pelatihan tersebut, lanjut Eko, diharapkan dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) kompeten yang siap dan mampu untuk berkontribusi terhadap kemajuan industri alat kesehatan nasional. Saat ini industri alat kesehatan masuk sebagai satu dari tujuh sektor yang mendapat prioritas pengembangan berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Dengan kondisi permintaan yang tinggi terhadap produk sektor industri alat kesehatan, utamanya pada masa pandemi Covid 19 saat ini, diperlukan dukungan teknologi modern dan ketersediaan SDM yang terampil,” imbuhnya.

Terlebih lagi, Kemenperin terus mendorong kolaborasi antara sektor industri dengan dunia akademik untuk mengembangkan dan memproduksi alat kesehatan ventilator dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 80%. Hal ini sesuai disampaikan oleh Menteri Perindustrian Agus Guwimang Kartasasmita pada kesempatan beberapa waktu yang lalu.

Direktur Utama PT YPTI Petrus Tedja Hapsoro mengemukakan, ventilator yang diproduksi PT. YPTI telah melewati uji klinis di RS Sardjito Yogyakarta dan masih menunggu izin edarnya.

“Workshop SMK SMTI Yogyakarta dilengkapi oleh peralatan mekanik, eletronik serta pemograman yang canggih hingga dapat membuat komponen ventilator dalam waktu singkat serta didukung oleh para guru yang telah memiliki kompetensi mekatronika yang cukup baik. Kita bisa berkerja sama untuk memproduksi ventilator ini, dan pastinya ini adalah buatan dalam negeri,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *