Magnus Carlsen Masih Juara Catur Dunia

Fokuskini – Magnus Carlsen kembali mampu mempertahankan, dan masih menjadi Juara Catur Dunia setelah mengalahkan Ian Nepomniachtchi di Dubai, Uni Emirat Arab dengan hasil akhir skor 7,5-3,5.

Ian melakukan blunder dalam posisi yang terlihat imbang, tetapi para komentator yang antara lain terdiri dari Judit Polgar dan Anish Giri menganggap itu adalah kesengajaan atau bawah sadarnya pecatur saat kesulitan harapan, karena hasil imbang akan sama dengan misi yang mustahil — Grand Master asal Rusia itu pasalnya harus memenangkan ketiga gim yang tersisa.

Magnus kini telah memegang gelar tersebut sejak mengalahkan Vishy Anand pada tahun 2013, dan ia akan menghabiskan satu dekade berikutnya sebagai juara ketika selanjutnya harus mempertahankan gelarnya lagi pada tahun 2023.

“Saya pikir masih ada beberapa cara untuk pergi meninggalkannya, tetapi saya belum selesai dengan karir catur saya!” tegas Magnus Carlsen kepada chess24.

Disayangkan, ramainya berita tontonan World Chess Champion ternyata tetap bergantung pada situasi suhu politik, utamanya dimana ketika masih ada gejolak perang dingin antara blok barat pimpinan Amerika Serikat dan blok timur yang dikomandoi Uni Soviet dimulai dengan dwitarung Boris Spassky versus Bobby Fischer (1972) yang beri bukti dominasi kekuatan catur Uni Soviet saat itu sanggup dibungkam.

Gairah tontonan catur kembali menggeliat saat Anatoly Karpov menjadi juara dunianya dan dua kali bertarung mempertahankannya di tahun 1978 dan 1981 melawan pelarian Uni Soviet, Viktor Korchnoi. Berlanjut lagi dengan persaingan seru di tahun 1985 ketika Karpov (yang dikaitkan dengan “orang dalam” komunis Soviet) akhirnya tumbang atas penantang kuat rekan negaranya sendiri keturunan Yahudi, Garry Kasparov.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *