Menkes: BGSi Bisa Melihat Potensi Penyakit di Masa Mendatang

Fokuskini – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menginisiasi adanya transformasi di bidang kesehatan.

Ada 6 jenis transformasi kesehatan yang dilakukan yakni Transformasi Layanan Primer, Transformasi Layanan Rujukan, Transformasi Sistem Ketahanan Kesehatan, Transformasi Sistem Pembiayaan Kesehatan, Transformasi SDM Kesehatan, dan Transformasi Teknologi Kesehatan.

Program Biomedical and Genome Sience Initiative (BGSi) yang beragenda rencana peresmiannya menjelang pertengahan Agustus nanti di Eijkman Institute, Jakarta termasuk bagian dari pilar keenam transformasi kesehatan bidang teknologi kesehatan.

Sebelumnya untuk melihat kondisi kesehatan seseorang diambil dari darah, MRI, dan CT Scan.

Melalui BGSi, ke depan diagnosisnya menggunakan genom sequencing. Genome sequencing bisa melihat secara benar-benar rinci yang ada di tubuh manusia, terutama terkait kondisi kesehatan kita seperti apa.

”Malah ke depannya melalui BGSi ini bisa melihat potensi penyakit yang akan timbul di masa mendatang,” ujar Menkes Budi saat meninjau Eijkman Institute di Jakarta, kemarin.

Genome sequencing adalah metode yang digunakan untuk mengurutkan genom yang berada di organisme seperti bakteri, virus, dan manusia. Genom adalah materi genetik yang tersusun dari DNA.

Metode genome sequencing banyak digunakan sebagai penelitian di bidang genetik dan biologi molekuler, termasuk di bidang medis untuk memahami berbagai penyakit

Mesin genome sequencing saat ini hanya ada 12. Nanti akan ada sekitar 30 yang akan digunakan di rumah sakit rujukan nasional antara lain RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat; RS Pusat Otak Nasional Prof. DR. dr. Mahar Mardjono, Jakarta Timur untuk stroke; RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk penyakit metabolik seperti diabetes dan ginjal kronis, kemudian RS Pondok Indah untuk infeksi, dan RSUP Sanglah, Denpasar, Bali untuk aging and wellness.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *