PBSI Awasi dan Cegah Penyebaran Virus Korona di Lingkungan Pelatnas

Fokuskini – Mendekati pelaksanaan turnamen bulutangkis All England di Arena Birmingham, Inggris yang dijadwalkan dimulai Rabu mendatang (11/3/2020), PBSI semakin melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan secara ketat di lingkungan pelatnas yang berpusat di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.

Rutin dan bertahap dilakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi seluruh atlet, pelatih, staf dan karyawan yang keluar masuk Pelatnas PBSI. Peraturan kendali pengamanan dari penyebaran virus Korona juga berlaku bagi semua tamu dan pengunjung yang datang.

“Saat ini kita melakukan pencegahan sesuai standar dari Kementerian Kesehatan. Semuanya, baik penghuni maupun tamu di Pelatnas akan diperiksa sepenuhnya. Saya rasa ini suatu hal yang wajar, apalagi di Pelatnas ini ada banyak aset negara yang harus dilindungi. Selain itu semuanya termasuk staf dan karyawan juga akan diberikan informasi lagi mengenai bagaimana cara cuci tangan yang benar, bagaimana menjaga (etika) kebersihan dan sebagainya. Ini demi kebaikan bersama,” kata Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI dalam keterangannya.

“Pemeriksaan kesehatan (ekstra ketat) juga kami lakukan bagi atlet dan pelatih yang baru pulang bertanding dari luar negeri. Kita harus memastikan semua sehat dan dalam keadaan baik,” sambung Susy.

Selain itu, pencegahan juga dilakukan bagi atlet dan tim ofisial yang akan berangkat mengikuti pertandingan. Masing-masing mereka akan dibekali dengan masker dan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer.

“Kami bekali semua secukupnya. Di samping itu mereka juga dihimbau untuk menjaga kebersihan diri. Sering cuci tangan. Badan juga harus fit, harus minum vitamin,” ungkap Susy.

Peyelenggaraan turnamen All England direncanakan berlangsung pada 11-15 Maret 2020, dengan tetap dibayangi kemungkinan terancam pembatalan akibat meluasnya penyebaran virus Korona yang juga melanda sampai ke benua Eropa. Seperti telah diketahui, Yonex Jerman Terbuka yang semestinya diadakan pada 3-8 Maret ini terpaksa harus dibatalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *