Performa Balawan Iringi Sukses Rakernas dan Pertemuan Ilmiah Tahunan IAI

Fokuskini – Rapat Kerja Nasional dan Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia diselenggarakan virtual sampai Sabtu kemarin. Sukses diikuti oleh hampir 5000 apoteker, Rakernas dan Pertemuan Ilmiah Tahunan IAI ditutup dengan penampilan panggung Balawan serta sejumlah tarian tradisional Bali yang fantastis.

Balawan mengiringi penampilan apt IGN Warsika, Ketua MEDAI (Majelis Etik, Disiplin Apoteker Indonesia) Pengurus Daerah IAI Bali yang menyanyikan lagu Fly Me too The Moon. Balawan yang tampil dari Puri Agung Peliatan, Gianyar, Bali membawakan sejumlah lagu yaitu I Love 3000, Spain, Heal the World dan Lembayung Bali dengan sangat apik dan menarik. Lengkap dengan gaya khasnya, sambil memainkan gitar berleher ganda, mempesona para peserta yang menyaksikan dari layar digital zoom masing-masing. Penyelenggaraan yang kental dengan nuansa Bali, menandai rencana semula yang sedianya digelar di Bali pada April lalu.

‘’Tapi karena pandemi, acara Rakernas dan pertemuan ilmiah ditunda. Semula menunggu hingga pandemik selesai, namun ternyata hingga menjelang akhir tahun Covid-19 belum bisa kita kalahkan. Akhirnya panitia memutuskan penyelenggaraan acara ini secara virtual, dan ternyata mendapat sambutan luar biasa dari teman sejawat apoteker di seluruh Indonesia,’’ ungkap apt Drs Nurul Falah Eddy Pariang, Ketua Umum PP IAI di sela acara penutupan.

Menurut beliau, antuasiasme itu terlihat dengan jumlah peserta yang merupakan rekor peserta terbesar sepanjang sejarah penyelanggaraan PIT IAI selama ini. Dari tahun ke tahun, PIT rata-rata diikuti oleh 1000-1500 peserta yang datang dan berkumpul dari seluruh Indonesia. Melihat dari jumlah peserta selama ini, panitia awalnya hanya menyiapkan 1.000 kuota untuk peserta, namun ternyata jumlah pendaftar terus meningkat dan akhirnya mencapai angka hampir 5.000 peserta. Penyelenggaraan akbar ini berlangsung dari dua studio yaitu di Bandung dan di Jakarta yang dipusatka di Hotel Holiday Inn serta didukung oleh Pengurus Daerah Bali yang membantu pelaksanaan dari Bali.

‘’Dari polling yang kami selenggarakan, ternyata teman sejawat masih mengharapkan tahun depan PIT kembali digelar secara virtual. Sebanyak 75 peserta menginginkan PIT Virtual, sisanya ingin PIT sambil reunion,’’ tambah Nurul saat menutup acara.

Kesuksesan acara juga terlihat dari respons yang menyebutkan kepuasan para peserta atas penyelenggaraan acara, baik dari sisi moderator, kemudahan menggunakan teknologi virtual, materi maupun narasumber yang diundang.

Sesi penutupan acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang Oral Presentation dan Poster serta Webinar Terfavorit. Poster Ilmiah, pemenangnya berturut-turut ialah apt Izzatu Rizqiyah (RS Cipto Mangunkusumo) dengan judul “Peran Apoteker dalam Monitoring Efek Samping Obat Antituberkulosis Menggunakan Tools untuk Identifikasi Aktif”; apt Fikri Alatas (Univ Jenderal Ahmad Yani) dengan judul “Fluconazole-tartaric acid co-crystal Formation and Its Mechanical Properties” serta apt Wahyuning Setyani (Univ Sanata Darma) dengan judul “Proximate Analysis on Animal Feed Granules Composition from Fish Innards Wasted Raw material.”

Pemenang Presentasi Oral berturut-turut apt I Gusti Ayu Rai Widowati (Univ Udayana) dengan judul “Self-medication and Self-Treatment of Antibiotics in Asia Countries: ASystematic Literature Review,” apt Yuianto (Univ Islam Indonesia) dengan judul “Perception and Readiness Primary Health Care Pharmacists in Community empowerment for Antibiotic Stewardship Programs,” dan apt Dolih Gozali (Univ Padjadjaran) dengan judul “The Potential of Banana Fruit Ranggap (Musa Paradisiaca Var. trogladytarum) As Am Exipient Alternative to Oral Tablet Dosage Form.”

Webinar Terfavorit adalah “webinar 29“ dengan judul “Telemedicine, Digital Traansformation and Pharmaceutical Bussiness” dengan pembicara apt Engko Sisaline Magdalene, Jonathan Sudharta, apt Evie Yulin, apt Bambang Priyambodo dan apt Nurul Falah Eddy Pariang, “webinar 24” dengan judul “Treatment and Management of Rhinitis Alergy and Nappy Rash Primary Care” (dr Teti Madiadipoera, dr Sri Sofyani dan apt Susi Ari Kristina) serta “webinar 13” dengan judul “Tantangan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia” (apt Pre Agusta Siswantoro, apt Ellen Wijaya dan apt Marsella Lembayung.)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *