Poppy Taubari Hibur Masyarakat Perantau Hadapi Pandemi Covid-19

Fokuskini – Lagu “Di Rantau” yang bercerita tentang suka dan duka yang dirasakan seseorang ketika hidup di perantauan, serta rasa rindu kampung halaman, ketika berada jauh di negeri orang.

Muatan lirik tersebut mudah-mudahan, menurut Poppy Taubari, bisa mewakili perasaan para perantau dalam suasana seperti sekarang, di masa pandemi Covid 19 dimana banyak sekali para perantau berada pada kondisi seperti yang tercurah dalam lIrik lagu ini

Poppy Taubari mulai bernyanyi irama Melayu dari semenjak usia bocah di tanah kelahirannya Linggau, Sumatera Selatan. Ia sudah berpengalaman sebagai juara dalam berbagai lomba bernyanyi terutama lagu bergenre Melayu.

“Di Rantau” merupakan singel kedua setelah “Si Jantung Hati” yang dirilis tahun 2019.

Lagu “Di Rantau” ini diciptakan oleh Romsky, komposer muda yang sangat berbakat dari Palembang, Sumatera Selatan. Bekerjasama dan berkomitmen dengan Ismael Arafat, Produser dan Sound Engineer dari Kanamusik Records yang pernah menggarap beberapa lagu dari Siti Nurhaliza,

Pertemuan dengan Poppy Taubari membuka jalan yang selaras, karena ternyata sebagai finalis Dangdut Academy musim ke-4 ini juga penuh minat dan tertarik pada pengembangan dan pelestarian musik dan lagu-lagu Melayu yang juga mentradisi di Indonesia.

Aransemen musiknya dibantu oleh KGS Ipul, musisi dan aranjer yang sangat paham dengan root Musik Melayu. Dikemas secara apik dengan beberapa musisi tanah air di Kanamusik Studio Bandung.

Poppy berharap, melalui lagu “Di Rantau” bisa mengobati kerinduan pencinta musik Melayu di Indonesia. Lagu “Di Rantau” oleh Poppy Taubari ini, sudah bisa dinikmati di akun Youtube Kanamusik dan di semua platform musik digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *