Publik Pengguna Transportasi Umum Harap Disiplin Patuhi Protokol Kesehatan

Fokuskini – Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro mengingatkan masyarakat pengguna transportasi umum untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan. Pasalnya, moda transportasi umum menjadi satu dari tiga ruang publik yang berpotensi sebagai kluster baru penyebaran COVID-19, selain perkantoran dan restoran, karena sulitnya menerapkan jaga jarak aman selama didalam kendaraan umum.

”Salah satu yang paling penting diperhatikan, ketika kita berada di situasi berisiko tinggi seperti ketika kita hendak dan saat menggunakan angkutan umum, perlindungan kesehatan individu juga merupakan tanggung jawab semua pihak termasuk para pengguna moda transportasi baik darat, laut maupun udara,” kata Reisa dalam keterangannya di Graha BNPB, Jakarta, kemarin.

Survey Sosial Demografi Dampak Covid-19 yang dilakukan BPS, Reisa menyebutkan banyak masyarakat yang belum patuh melakukan jaga jarak fisik selama didalam kendaraan umum. ”Baru 38,11% yang telah melakukan jaga jarak setidaknya 1 meter dengan orang lain, bahkan sebagian mengaku tidak menerapkan jaga jarak fisik,” terangnya.

Untuk itu, ia menekankan kepada calon penumpang kendaraan umum untuk selalu waspada dan senantiasa menerapkan 7 protokol kesehatan saat berada di transportasi umum. Protokol tersebut dirumuskan oleh Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Perhubungan untuk melindungi pergerakan masyarakat agar dapat kembali produktif namun tetap aman dari Covid-19.

1. Pastikan dalam kondisi sehat, jika merasa kurang sehat sebaiknya tetap di rumah saja

2. Jika menggunakan transportasi umum, sebaiknya memakai transportasi umum yang berpenumpang terbatas

3. Selalu mengenakan masker

4. Jaga kebersihan tangan dengan rutin cuci tangan atau pakai hand sanitizer

5. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut

6. Patuhi imbauan untuk menerapkan jaga jarak fisik

7. Jika kondisi kendaraan padat, penggunaan faceshield dan masker sangat direkomendasikan sebagai perlindungan tambahan

Reisa menilai keberhasilan memasuki adaptasi kebiasaan baru sangat bergantung pada kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan yang ada. Diharapkannya masyarakat tidak lengah, sehingga tidak terjadi penambahan kasus yang semakin tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *