“Rising Star Indonesia Dangdut” di MNCTV, Bentengi Kualitas Dangdut Indonesia

Fokuskini – Program pencarian bakat Rising Star Indonesia Dangdut (RSID) tahapan Live Show sudah diagendakan penayangannya di MNCTV mulai 3 Mei nanti jam 19.30 WIB dengan sebanyak 73 kontestan yang didukung teknologi kekinian dimana penonton di rumah bisa terintegrasi langsung melakukan voting saat act atau kontestan masih bernyanyi.

Metode Live Voting secara real time ini, mengartikan semua pemirsa bisa ikut berinteraksi secara langsung melalui aplikasi streaming RCTI+ ketika berminat memberi vote terhadap performance kontestan yang disukainya.

Rising Star Indonesia Dangdut merupakan hasil buah pikiran dari pihak programming dan production MNCTV dan dukungan penuh dari MNC Group serta banyak para pihak lainnya.

“Kita berharap RSID tidak hanya sekadar sebagai program baru tapi bisa memfasilitasi mimpi anak muda Indonesia untuk menjadi bintang dangdut masa depan,” ungkap keterangan pers dari Programming Director MNCTV Endah Hari Utari. “Bukti komitmen MNCTV membentengi kualitas dangdut Indonesia,” tambahnya.

Para kontestan RSID akan dinilai lebih lanjut oleh para expert yang berbeda genre dalam dunia panggung musik tanah air selain yang sudah berkontribusi besar di belantika musik dangdut Indonesia. Mereka adalah Iyeth Bustami, Pasha Ungu, Ayu Ting Ting, Ivan Gunawan, Anji, Danang, Nella Kharisma, Judika, dan Denni Caknan.

Ayu Ting Ting

Keberadaan ragam latar belakang genre musik berlainan pada para expert RSID, memperjelas kebutuhan program tayangan Rising Star Indonesia Dangdut untuk memperoleh pemerhati dan masukan dari musisi penyanyi bergenre berbeda, karena dangdut menjadi bagian dari musik yang universal, seperti dikomentari Production Division Head, Gina Mayangsari.

Salah satu expert yakni Danang (Pradana Dieva) yang penuh pengalaman mengikuti audisi kontes dangdut sampai kemudian kompeten di bidangnya ini menyebut tiga keharusan kriteria yang mesti dipegang erat para kontestan RSID terdiri dari kualitas, keunikan dan orisinalitas. “Karakter dan kemasannya berbeda,” harap Danang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *