Sisi Paling Ganas dari Bullet For My Valentine di Masa Pandemi

Fokuskini – Bullet For My Valentine (Matt Tuck, Michael “Padge” Paget, Jamie Mathias, Jason Bowld) bersiap merilis album ketujuh pada 22 Oktober melalui Spinefarm /Search & Destroy, dan mengenalkan ke publik singel ketiga bertajuk “Shatter” terkait album self-titled mereka.

“Kami sangat senang kalian semua mendengar lagu baru kami, Shatter, salah satu favorit pribadi kami, dan kami yakin itu akan menjadi salah satu favoritmu juga. Ini benar-benar lagu dengan riff yang luar biasa.” Begitu sebagian ungkapan pernyataan mereka.

Untuk proyek ini, vokalis Matt Tuck berkolaborasi dengan direktur kreatif Fiona Garden dan suaminya, seniman visual Ben Ashton.

Menggunakan jasa editor Sara Faulkner dan seniman VFX (efek visual) Gabriel Thomas Ayache. album baru ini, “Saya pikir itu adalah sisi paling ganas dari Bullet For My Valentine yang pernah saya kenal,” kata gitaris Michael “Padge” Paget. “Sudah waktunya bagi kita untuk mengeluarkan karya musik yang bernada marah, berat, agresif. Saya tidak sabar untuk beraksi di atas panggung!”

Matt Tuck mulai menulis lagu-lagunya pada September 2019 sebelum pandemi virus Korona membuat segalanya terhenti di awal 2020. Namun pada Juni 2020, Tuck dan produser lama, Carl Bown yang ikut memproduseri album kelima (2015), Venom, memotivasi mereka untuk bersama-sama mengejar penyelesaian di Treehouse Studio, Chesterfield, Inggris di mana sisa lagu untuk album ketujuh tersebut ditulis. (dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *