Telah Mulai, Episode Perdana “7 Hari Sebelum 17 Tahun”

Fokuskini – Sejak pandemi virus korona baru ikut menjangkiti Indonesia, banyak dari kita yang memiliki kebiasaan baru untuk menikmati tontonan film seri di rumah saja. Berbagai fitur aplikasi Video on Demand (VOD) pun bermunculan. Salah satunya adalah STRO, aplikasi streaming berbasis subscription (SVOD) dari Stroworld yang bukan hanya menyajikan film blockbusters, akan tetapi juga memproduksi beragam film pilihan karya anak bangsa dengan genre yang unik. Sudah menjadi komitmen bahwa STRO akan menyajikan film-film berkualitas.

Di Bulan Februari 2021, Stro merilis Original Series berjudul 7 Hari Sebelum 17 Tahun, garapan Rangga Nattra yang mengangkat isu sangat menarik yaitu mengenai tradisi perundungan atau bullying di kalangan remaja.

Kisah yang akan dirangkum ke dalam 7 episode ini beragenda mengupas kejadian-kejadian pilu yang mungkin tanpa disadari oleh pelakunya, telah memberikan kontribusi buruk terhadap psikis dan masa depan korbannya.

Isu ini sengaja dipilih karena relate sekali dengan keadaan anak-anak sekolah, isu yang seakan dianggap normal untuk ada, padahal seharusnya ditumpas bukan jadi tradisi yang diwariskan ke adik-adik kelas mereka” ujar Sarjono Sutrisno, selaku produser Eksekutif STRO lewat keterangannya.

17 Hari Sebelum 17 Tahun ini mengisahkan tentang beberapa potret kehidupan siswa-siswi di SMA. Mereka dihadapkan dengan segenap lika-liku dalam proses penerimaannya di lingkungan sekolah yang tidak selalu mudah sehingga berdampak pada penerimaannya terhadap diri sendiri.

Kehilangan percaya diri, kegelisahan, depresi hingga berbagai latar belakang keluarga yang tidak selalu membahagiakan. Membuat para remaja itu akhirnya mencari penyelesaiannya masing-masing. Dalam hal ini mereka tidak selalu menemukan jalan keluar yang benar.

Pada episode pertama, penonton akan disuguhkan dengan perkenalan karakter-karakternya yang rumit dan menarik. Film ini diperankan oleh Endy Arfian, Tissa Biani, Lyodra Ginting, Marcell Darwin serta beberapa aktor senior seperti Ray Sahetapy, komedian Ginanjar Sukmana dan lain sebagainya

Kepedulian Stro pada kasus Bullying di Indonesia ini memang tidak setengah-setengah karena membawa partisipasi Biometric Indonesia yang diharapkan dapat menjadi sarana yang tepat bagi para korban bullying untuk berkonsultasi. “Kami berharap film ini dapat menjadi wadah bagi mereka yang mengalami perundungan atau Bullying, This is the time to speak out, let’s cope this with us, you are not alone,” ujar Rangga Nattra, sutradara kelahiran pulau Dewata.

Biometric Indonesia adalah Integrated Psychological Service Centre yang salah satu misinya adalah untuk meningkatkan kesadaran kesehatan mental, melalui layanan konseling yang fleksibel dan memudahkan.

Bersama dengan original series 7 Hari Sebelum 17 Tahun, Biometric Indonesia mendukung upaya untuk memberantas aksi perundungan atau bullying, dengan memberikan layanan konseling khusus bagi yang mereka mengalami bullying. Pengaduan dapat dilayangkan ke nomor : 0812-1896-2802 atau ikuti akun @biometric_id di Instagram untuk informasi lengkapnya.

7 Hari Sebelum 17 Tahun sudah bisa ditonton di STRO, aplikasi streaming berfaedah yang bukan sekadar menghibur, dan dapat diakses melalui android, iOs ataupun via browser web.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *