The Voice Indonesia 2019: Makin Hati-hati Tentukan Satu Demi Satu Pilihan

Fokuskini – Hasil lanjutan babak Knockout pada Jumat malam tadi (4/10/2019) terbilang menyenangkan hati para penonton, tetapi juga bikin sedih lantaran setiap tim menyisakan kisah duka dari kontestan-kontestan yang tersingkir oleh keterbatasan hanya bergiliran satu saja yang berhak lolos ke Battle Round The Voice Indonesia

Semua yang nonton dan dukung langsung serta menyaksikannya di layar GTV, bahkan mungkin saja jengkel kenapa tidak satupun coach yang pijat tombol Steal untuk bisa menampung peluang lanjut beberapa peserta berpotensi.

Persaingan kreasi olah voice di panggung TVI tambah menjadi-jadi, dan menambah kehati-hatian para coach, utamanya saat penampilan Jean Harly alias Bram, Aca dan Aska dari tim Vidi Nino, Sampai kemudian terpilihlah Aca yang malam tadi menyanyikan How Deep Is Your Love, salah satu lagu papan atas era akhir 1970-an milik Bee Gees.

Sebelumnya, Vidi dan Nino sudah mengaku bingung ditambah ada rasa iba, dan sampai-sampai keduanya merasa perlu mengingatkan jangan ada timbul kekecewaan bagi yang tersingkir oleh sebab sesungguhnya Nada & Nida serta Devita masih punya potensi bersinar diluar keberuntungan Hizkia Gultom yang melanjutkan peluang manisnya di Battle Round. Kia tadi hadir melagukan “Sahabat Jadi Cinta” (Mike Mohede) sebagai karya original soundtrack film layar lebar Siapa Takut Jatuh Cinta,

Coach Titi pun sampai membiarkan para coach lainnya menyuarakan pilihan sendiri-sendiri, dengan lalu menjatuhkan pilihan kontestan asal Manado, Glorivay Imanuele yang konstan percaya diri dengan lagu “Bukan Cinta Biasa”, tembang pengingat Rossa dan Bebi Romeo pernah menjalin nada-nada kolaborasi yang selaras.

Sesi keren babak Knockout The Voice Indonesia tadi malam juga hadir dari tim Armand yang meloloskan Elly asal Batam lewat pujian amat sangat dari semua coach, dimana Isyana Sarasvati sampai setulusnya mengatakan Elly bernyanyi sudah menyatu dengan tubuh lewat andalan voice rock jadul milik Skid Row, “I Remember You” yang berhias identitas olah vokal berujung metal growling.

Poin kesemputnaan sesi Knockout malam tadi juga bertambah dengan pilihan mencengangkan coach Isyana yang justru meloloskan Agis asal Madiun, Agis bernyanyi terinspirasi genre tradisional campursari milik Didi Kempot berjudul Banyu Langit dengan mantapnya aransemen ulang, (yay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *