Tren Belanja Daring: Pentingnya Lindungi Publik Konsumen

Fokuskini – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menegaskan tentang pentingnya melindungi masyarakat konsumen di ranah niaga elektronik (e-commerce) agar konsumen aman beraktivitas dalam perdagangannya. Terlebih, masa pandemi Covid-19 seperti saat ini turut memengaruhi tren belanja masyarakat dari luring ke daring. Pernyataannya tersebut disampaikan saat melantik 20 anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) periode 2020-2023, hari Senin (31/8/2020).

Ke-20 anggota baru tersebut mewakili pihak pemerintah, pelaku usaha, akademisi, tenaga ahli, dan lembaga perlindungan konsumen swadaya masyarakat.

“Dengan adanya perubahan teknologi, hampir semua kegiatan ekonomi kini berbasis internet dan seakan tanpa batas, sehingga peran BPKN dalam melindungi konsumen dan masyarakat menjadi sangat penting. Konsumen harus terus dilindungi melalui berbagai kebijakan maupun penindakan kepada pelaku pelanggaran secara tegas,” tambah Mendag Agus.

Pelantikan para anggota baru BPKN juga menjadi momentum pemerintah Indonesia memperbarui komitmennya dalam melindungi konsumen agar tidak menjadi korban pihak-pihak tidak bertanggung jawab dalam niaga elektronik.

Mendag Agus juga mengingatkan BPKN agar menjaga komitmennya melindungi konsumen di masa pandemi Covid-19. Hal-hal yang harus menjadi perhatian BPKN antara lain jaminan keamanan produk dan jasa; keselamatan saat mengonsumsi produk; serta jaminan informasi yang benar, jelas, dan jujur dalam setiap transaksi perdagangan.

“Untuk itu, anggota BPKN yang telah dilantik diharapkan dapat memberi masukan serta rekomendasi faktual dan strategis bagi perlindungan konsumen di Indonesia,” harap Mendag Agus.

Mendag Agus menambahkan, anggota BPKN harus mampu bertransformasi sesuai zaman untuk mengakomodasi perkembangan kebutuhan masyarakat pada perlindungan konsumen.

“Perubahan ini harus tetap berpegang pada integritas, profesionalitas, bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme, dan berkinerja optimal dalam menjalankan tugas,” ungkap Mendag Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *