Gegara Nyerang Ukraina, Rusia “Kena Hukuman” di Dunia Olahraga

Agenda Baru Layar Info LEISURE TIME MOMENTUM Podium TakTik

Fokuskini – Lantaran menyerang Ukraina, negara Rusia bukan saja dibatalkan jadi tuanrumah final Liga Champions oleh asosiasi sepakbola Eropa UEFA — dimana Jumat ini telah diumumkan St Petersburg digantikan oleh Paris — karena ternyata penyelenggara balap Formula One ikut menghapus pelaksanaan yang mestinya juga berlangsung di Sochi musim ini.

Ya, gegara invasi militer Rusia ke Ukraina menarik tindakan hukuman di seluruh dunia olahraga.

AP juga mengabarkan, klub sepakbola legendaris Inggris Manchester United telah mencopot maskapai penerbangan milik Rusia Aeroflot sebagai sponsor dengan alasan serupa, utamanya setelah menuruti larangan pemerintah Inggris sebagai bagian dari sanksi.

Logo Gazprom juga telah dihapus minggu ini dari kaus klub sepakbola Jerman, Schalke padahal masih tetap menjadi sponsor.

Meskipun Gazprom tetap pula sebagai sponsor resmi Liga Champions Eropa, final dipastikan batal dimainkan di stadion St Petersburg. Puncak laga sepakbola liga utama Eropa itu masih akan diadakan pada 28 Mei nanti tetapi sekarang pindah lokasi di Stade de France yang berkapasitas 80.000 kursi di pinggiran Saint-Denis di ibukota Prancis setelah keputusan komite eksekutif UEFA.

Keputusan ini mengikuti diskusi yang dipimpin oleh Presiden UEFA Aleksander Ceferin yang melibatkan Komisi Eropa dan Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam beberapa hari terakhir, setelah muncul kekhawatiran tentang status Rusia setelah agresinya terhadap negara Eropa lainnya.

Alhasil, tentu saja keputusan tersebut diperdebatkan oleh Alexander Dyukov, anggota komite eksekutif UEFA dari Rusia yang juga menjabat CEO dari anak perusahaan Gazprom, karena pembatalan final Liga Champions di stadion Gazprom Arena dinilainya, beralasan politik.

Masalah lain yang belum terselesaikan adalah Rusia yang masih harus menjadi tuanrumah melawan Polandia di semifinal playoff kualifikasi Piala Dunia FIFA di Moskow, karena federasi sepakbola Polandia berharap pertandingan itu jangan berlangsung di Rusia — tetapi FIFA belum memutuskan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ fifty two = fifty six