Sergey Karjakin: “Percuma Ajukan Upaya Banding”

Agenda Baru LEISURE TIME MOMENTUM Podium TakTik

Fokuskini – Mantan penantang gelar catur dunia Grand Master (GM) Sergey Karjakin dinilai bertindak laku kontroversial, yang memicu kritik luas atas dukungannya terhadap invasi militer Rusia di Ukraina.

Akibatnya, Karjakin telah diumumkan untuk dilarang ikut serta di semua kompetisi catur oleh FIDE, seperti dilaporkan chess24.

GM kelahiran Krimea, yang beralih dari mewakili Ukraina ke Rusia pada 2009, kini otomatis terlempar dari posisi keikutsertaannya di Candidates Tournament untuk perebutan gelar juara dunia mendatang pada bulan Juni nanti. Larangan enam bulan itu akan berlaku hingga 21 September 2022.

Karjakin justeru mengeluarkan pernyataan sebagai tanggapan di akun aplikasi medsos Telegram yang mengatakan keputusan itu “memalukan” dan bahwa dirinya tidak menyesali tindakannya itu. Karjakin juga dalam pernyataannya, seperti dikutip oleh kantor berita Rusia TASS, mengatakan dirinya tidak akan mengajukan banding atas keputusan FIDE.

Dalam poin kecaman yang gamblang pada Presiden FIDE Arkady Dvorkovich, Karjakin mengatakan kepada TASS: “Saya tidak melihat gunanya mengajukan banding – pengadilan mana pun akan memihak Eropa. FIDE adalah organisasi olahraga internasional yang melakukan hal yang sama seperti yang lainnya. Secara kebetulan saja, seorang Rusia masih memimpinnya. Saya pikir ini tidak lama.”

“Saya mengerti, bahwa ada bahaya [diskualifikasi], tetapi saya percaya bahwa saya adalah warga negara dan patriot negara saya, dan saya mengatakan ini tanpa membual. Jika situasi seperti itu muncul lagi, saya tidak akan tutup mulut, tetapi sekali lagi saya akan menulis surat seperti itu. Saya tidak menyesali sedikit pun apa yang saya lakukan. Memilih antara mendukung negara saya dan berpartisipasi dalam Turnamen Kandidat, saya akan selalu memilih yang pertama,” ditambahkannya.

Namun, Presiden Federasi Catur Rusia, Andrey Filatov, menindaklanjuti komentar Karjakin dengan mengatakan RCF “menentang diskriminasi atlet” dan akan mengajukan banding atas nama pemain.

Federasi Catur Rusia akan mengkaji keputusan FIDE terkait Sergey Karjakin dan Sergei Shipov. “Kami akan mengajukan banding dalam waktu dekat dan mengajukan keluhan terhadap keputusan untuk melarang Serget Karjakin berpartisipasi dalam semua turnamen FIDE selama enam bulan. Federasi Catur Rusia menentang diskriminasi terhadap atlet dengan kriteria apa pun dan akan memperjuangkan hak-hak mereka.”

Filatov juga membahas peran Presiden FIDE, mantan Wakil Perdana Menteri Rusia: “Kami menyampaikan permintaan kepada Presiden FIDE Arkady Dvorkovich untuk menangani masalah ini di bawah kendali pribadi.”

Pecatur berusia 32 tahun, yang tercatat pernah jadi penantang utama Magnus Carlsen untuk Kejuaraan Catur Dunia pada 2016, sekarang menjadi pecatur pertama yang menghadapi tindakan disiplin individu atas pembelaan terhadap agresi Rusia di Ukraina.

Bukan itu saja, Karjakin kini sudah dihindari oleh beberapa turnamen catur level atas dunia. Pihak penyelenggara Norway Chess dan London Chess Classic mengatakan kepada chess24 bahwa pecatur-pecatur Rusia tidak lagi diterima bermain di turnamen mereka.

Karjakin sebagai peringkat 18 catur dunia saat ini juga telah dilarang berpartisipasi di Grand Chess Tour dan aktivitas turnamen di Chess.com karena sikapnya terhadap Ukraina.

Kini keputusan telah bulat, Karjakin dinyatakan bersalah melanggar Kode Etik otoritas tertinggi FIDE. Namun, sesama GM Rusia Sergei Shipov dinyatakan tidak bersalah. Komentar pribadi Shipov terhadap invasi Rusia dianggap “sedikit berbeda dan kurang provokatif”.

Karjakin adalah mantan Juara Dunia Catur di kategori Rapid dan Blitz yang sebelumnya memegang rekor GM termuda di dunia, yang telah memenuhi syarat untuk gelar tertinggi tersebut pada usia 12 tahun dan 7 bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 29 = thirty six