Kemenkes Targetkan Layanan 4 Penyakit Katastropik di RSUD

Agenda Baru Fit Afiat LEISURE TIME MOMENTUM Podium

Fokuskini – Kementerian Kesehatan menargetkan layanan empat penyakit katastropik Jantung, Stroke, Ginjal, dan Kanker dapat dilaksanakan di seluruh rumah sakit Kabupaten/Kota di Indonesia. Untuk saat ini setidaknya 50% RS di kabupaten/kota memiliki alat kesehatan (Alkes) lengkap untuk keempat penyakit ini.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Azhar Jaya dalam keterangannya mengatakan, ini merupakan langkah untuk mendekatkan akses layanan kesehatan rujukan kepada masyarakat Indonesia, sekaligus untuk mengurangi beban pembiayaan kesehatan.

”Saat ini belum semua rumah sakit di Indonesia memiliki alat kesehatan lengkap untuk pengobatan penyakit kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi,” ujar Dirjen Azhar pada jelang akhir pekan ini.

Sebagai contoh untuk penyakit jantung, tidak semua provinsi memiliki rumah sakit dengan fasilitas untuk pasang ring di jantung. Dari 34 provinsi, yang bisa melakukan operasi pasang ring hanya 28 provinsi, dan 22 provinsi yang bisa melakukan operasi jantung terbuka.

Ditargetkan 34 rumah sakit di seluruh provinsi pada 2024 bisa melayani penyakit kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi. Secara bertahap, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan 50% kabupaten/kota memiliki alat kesehatan lengkap untuk 4 penyakit tersebut.

Alat kesehatan untuk pengobatan jantung dan stroke antara lain Echocardiography, CT-Scan, Cath Lab, Kamar Operasi (OK), IABP (Intra-aortic balloon pump), Rotablator, IVUS-FFR, MRI (magnetic resonance imaging), Mikroskop Neuro, Heart Lung Machine, dan OCT (optical coherence tomography).

Sementara untuk kanker terdiri dari Mammography, SPECT CT, Flowcytometer, IHK, Bronchoscopy, Brachiterapy, CUSA (Cavitron Ultrasonic Surgical Aspirator), akselerator linier  (LINAC), PET-CT, dan CT Simulator.

Ada pula alat kesehatan untuk uronefrologi adalah endourology set, ESWL, C-Am, USG Doppler, Video Urodynamic, Laser Holmium, Automated Peritoneal Dialysis, Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL), Ureteroscopic Lithotripsy (URS), dan tissue typing.

Selain itu, Menkes Budi juga akan melengkapi alat kesehatan untuk kesehatan ibu dan anak, berupa Mesin Anestesi, Patient Monitor, Ventilator, USG Fetomaternal, Inkubator Bayi, teknologi MALDI-TOF, Laser Ablation, ventilasi osilasi frekuensi tinggi (HFOV), Mesin Nitrit Oxide, High Flow Oxygen Therapy (HFOT), dan alat terapi oksigen aliran tinggi (HFNC).

Saat ini sudah 55% alat kesehatan yang sudah sampai. Dari 55% itu ada alat yang sudah terpasang ada juga alat yang dalam proses instalasi. 4% alat batal dibeli karena kendala dari pihak pemasok karena tidak siap, tidak bisa indent, katalog turun tayang, dan gagal lelang.

Pemenuhan alat kesehatan ini merupakan langkah konkret transformasi kesehatan terkait layanan rujukan. Transformasi ini dimulai dengan mengatasi penyakit penyebab kematian paling tinggi di Indonesia yakni penyakit kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = three