“KUA Goes to School” Cegah Perkawinan Anak

Agenda Baru Fit Afiat LEISURE TIME MOMENTUM Podium

Fokuskini – Bupati Banyuwangi Ipuk Azwar Anas menggagas kegiatan rakorda Pencegahan Kekerasan Anak yang dilangsungkan kemarin di Pendopo Shaba Swagata, Banyuwangi, Jawa Timur. Dengan harapan seluruh pemangku kepentingan dapat berkolaborasi untuk mencegah kekerasan terhadap anak di Kabupaten Banyuwangi.

Ipuk menyatakan pentingnya memberikan kondisi dan lingkungan yang aman serta nyaman bagi perkembangan anak Indonesia.

“Saya harap kita semua berkomitmen untuk mencegah kekerasan pada anak. Ini masalah kita bersama. Saya berharap, rakor ini dapat menghasilkan kebijakan yang dapat menjaga anak-anak kita di Banyuwangi,” tegas Ipuk.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Amak Burhanuddin mengungkapkan pihaknya terus berupaya untuk mencegah perkawinan anak di Banyuwangi. Salah satunya, dengan memberikan edukasi remaja terkait perkawinan. 

“Pernikahan usia dini banyak membawa kemadharatan, karenanya kami melakukan edukasi kepada masyarakat melalui beberapa program,” ungkap Amak Burhanuddin seperti diwartakan situs resmi Kemenag.

Beberapa program yang dilakukan, antara lain KUA Goes to School, Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), dan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN). Program-program ini, menurut Amak, selain bertujuan mencegah perkawinan anak juga agar dapat meningkatkan kualitas keluarga. 

Ia menambahkan, sebab naiknya angka pernikahan anak di Kabupaten Banyuwangi karena adanya dispensasi yang dikeluarkan Pengadilan Agama. Untuk itu, Amak berharap, ke depan seluruh pemangku kepentingan dapat bergandengan tangan untuk mencegah kawin anak ini. 

Senada dengan Amak, Panitera Pengadilan Agama Banyuwangi Subandi mengungkapkan tren pengajuan dispensasi nikah meningkat. Berdasarkan data, 60 persen  pengajuan beralasan mempelai perempuan sudah hamil sebelum nikah. “Ini harus ada kerja sama untuk mencegahnya,” ujar Subandi. 

Pembahasan kawin anak merupakan salah satu bagian dari potensi kekerasan pada anak yang harus diantisipasi. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

+ 48 = fifty one