PSG Diyakini Masih Mampu Buru “Treble Kontinental”

LEISURE TIME MOMENTUM Podium Saring Sepekan TakTik

Fokuskini – Pelatih terbilang baru di Paris Saint-Germain, Mauricio Pochettino seperti berusaha membuang masalah, usai klub juara bertahan liga sepakbola utama Perancis, Ligue 1 — menyerahkan posisi teratas ke LOSC karena kekalahan dari pesaing terdekat mereka di stadion Parc des Princes.

PSG mungkin memiliki kepercayaan diri yang tinggi setelah mengalahkan pesaing lainnya, Olympique Lyonnais dengan skor 4-2 di laga terakhir sebelum jeda internasional baru-baru ini, tetapi mereka malah kemudian memotong peluang melawan Lille pada hari Sabtu pekan lalu, lewat kekalahan 1-0 dalam pertandingan dimana Neymar Jr dikeluarkan oleh wasit di menit akhir waktu normal .

Paris diyakini bakal tetap mampu memburu treble kontinental. Mereka hanya tertinggal tiga poin dari LOSC dengan tujuh pertandingan tersisa. Mereka mengalahkan les Dogues 4-0 di babak 16 besar Coupe de France dua minggu lalu, dan mereka bakal bertemu Bayern Munich dalam pertandingan ulang final Liga Champions UEFA musim lalu di leg pertama perempat final tahun ini pada hari Kamis dini hari WIB (8/4/2021). Hasil positif di tahap awalan Pochettino melatih PSG tentu belum menimbulkan panik meski kalah dari LOSC di lapangan mereka sendiri.

“Saya kecewa dengan hasil itu dan kehilangan tiga poin penting,” diakuinya setelah kekalahan melawan Lille. “Saya tidak khawatir, tetapi kami harus berjuang sampai akhir. Kami tim yang tidak konsisten, karena banyak alasan, tetapi kami sedang mengusahakannya. Kami mendominasi menjelang akhir dan mungkin bisa imbang. Penting untuk mengetahui cara mengelola emosi Anda.”

“Ada evolusi, tapi mungkin hasilnya akan terlihat dalam jangka panjang. Tapi kami hanya bisa membicarakannya. Ada banyak hal yang kami coba optimalkan. Setelah (mengalahkan) Lyon semuanya cerah. Segalanya berubah sangat cepat, sulit untuk menemukan keseimbangan. “

“Ini mengecewakan; setiap kali kami kalah, kami mengatakan hal yang sama,” katanya. “Kami harus kembali ke jalur yang benar. Kami perlu menemukan konsistensi. Kami tidak boleh membuang semuanya. Kami masih memiliki hal-hal penting yang harus dilakukan. Anda harus fokus pada hal-hal positif. Pertandingan berikutnya adalah yang paling penting dari musim dan kami harus 100 persen. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

sixty two − = fifty seven