WRC Ambil Langkah Masa Depan Mobil “Hybrid Power”

Podium TakTik

Fokuskini – WRC mengambil langkah untuk memperkenalkan tenaga hibrida di dalam peraturan Rally1 pada tahun lalu yang bertepatan dengan keputusan pengembangan untuk mengadopsi 100% bahan bakar berkelanjutan, yang disediakan oleh P1 Racing Fuels.

Namun, masa depan kejuaraan dalam jangka panjang mulai tahun 2027 dan seterusnya telah mendorong FIA untuk menginvestigasi berbagai metode tenaga penggerak, agar kejuaraan ini dapat bertahan di masa depan dan menyelaraskannya dengan pasar otomotif. Tenaga listrik penuh (EV), tenaga hidrogen, dan bahan bakar sintetis semuanya telah dipertimbangkan sebagai pilihan.

Rangkaian peraturan Rally1 saat ini sebagian besar akan dipertahankan hingga tahun 2026, tergantung pada kesepakatan baru dengan pemasok unit hibrida, Compact Dynamics yang menandatangani kontrak hingga akhir tahun 2024.

Meskipun peraturan tahun 2027 belum diformalkan, peralihan ke tenaga listrik atau hidrogen ‘sangat tidak mungkin’, menurut Road Sport Director FIA Andrew Wheatley.

“Setelah diskusi berikutnya (2026), dan hibrida adalah bagian penting dari hal itu,” kata Wheatley kepada Motorsport.com. “(Maka) Diskusi untuk tahun 2027 adalah berapa banyak mesin kontra berapa banyak (persediaan) tenaga hibrida.”

“Tidak ada diskusi tentang tidak adanya hibrida, yang ada adalah diskusi tentang bagaimana kita mewujudkannya. Apakah jumlah penggunaan ICE (internal combustion engine) turun 10% atau 20%, atau hibrida naik 30% atau 50%? Saya tidak berpikir itu akan menjadi 50-50,” prediksi Wheatley.

“Harus ada unsur elektrifikasi di kelas atas, dan itu yang membedakannya dengan Rally2. Dari sudut pandang produsen, elemen elektrifikasi bukanlah elemen kunci, melainkan bagian dari perpaduan tersebut,” ungkapnya.

“Kami telah melakukan beberapa investigasi menyeluruh tentang kendaraan listrik sepenuhnya dalam format WRC saat ini, dan itu sangat sulit, tetapi situasinya berubah dan berkembang,” diakui Wheatley.

“Itu (hidrogen) sangat kecil kemungkinannya. Saya tidak akan mengesampingkannya, tetapi khususnya dengan hidrogen, secara teknis kita dapat menjalankan. Toyota Yaris bertenaga hidrogen sekarang,” jelasnya.

“Saya tidak akan pernah mengatakan tidak akan pernah menggunakan hidrogen, karena kita bisa menggunakan hidrogen di mobil saat ini. Hal ini bukan tidak mungkin, namun yang akan menjadi sulit adalah ukuran tangki dan logistik, (dan) bagaimana kami mengelola keselamatan semua elemen tersebut dalam bentuk reli saat ini,” ditegaskan dalam paparannya.

Promotor WRC telah mendukung prediksi Wheatley bahwa kejuaraan ini akan berlangsung dalam jangka panjang mendatang dengan kendaraan bertenaga hibrida.

“Saat ini kami melakukan diskusi mengenai peraturan masa depan yang sangat penting, dan semua orang di kejuaraan setuju bahwa bahan bakar tersebut harus berupa campuran bahan bakar berkelanjutan dan hibrida,” kata direktur olahraga senior WRC, Peter Thul.

“Kami percaya ini adalah satu-satunya cara untuk tetap berolahraga rally seperti sekarang ini. Menggunakan listrik sepenuhnya dengan teknologi yang (banyak) tersedia, belum ada kemungkinan lain. Kami masih percaya bahwa (kejuaraan) rally harus menggunakan komponen ICE dan bahan bakar berkelanjutan.”

Meskipun tampaknya WRC akan memutuskan penggunaan tenaga hibrida dalam jangka waktu yang masih panjang, namun kesepakatan untuk memastikan pasokan unit hibrida 100kW yang ada saat ini untuk tahun 2025 dan 2026 masih belum tercapai.

Toyota, Hyundai dan M-Sport Ford saat ini sedang terlibat dalam negosiasi mengenai persyaratan kesepakatan baru dengan Compact Dynamics, yang diharapkan dapat diperoleh pada akhir bulan ini.

Wheatley menambahkan,“Kami sekarang memasuki (rancangan) diskusi tahun 2025 dan 2026, dan apakah kami memperpanjang kontrak saat ini, apakah kami mengubah kontrak saat ini atau apakah kami memutuskan untuk mengambil jalur yang berbeda? Saya mungkin akan mengatakan bahwa kecil kemungkinannya kita akan mengambil rute yang berbeda, namun hal tersebut bukan berarti tidak mungkin.”

“Saat ini, kami sedang melakukan negosiasi antara pabrikan dan Compact Dynamics mengenai persyaratan perpanjangan kontrak tersebut. Itu sedikit rumit karena ada begitu banyak pilihan yang bisa kami lakukan. Salah satu elemen kunci yang kami pertimbangkan adalah elemen mana dari unit saat ini yang dapat didaur ulang menjadi unit yang diperbarui di masa mendatang,” ujar Wheatley dalam akhir pembicaraan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− 1 = two