UEA dan Indonesia Saling Dukung Ciptakan Pelayanan Kesehatan Jantung

Podium

Fokuskini – Kementerian Perindustrian mengoptimalkan gelaran Arab Health 2024 untuk memperkuat kerjasama di sektor industri alat kesehatan, salah satunya dengan pihak Dubai Health Authority (DHA).

Jalinan kerjasama ini diharapkan dapat membuka peluang bagi industri alat kesehatan Indonesia untuk memperluas pangsa ekspornya ke Dubai.  Arab Health 2024 berlangsung hingga 1 Februari 2024 di Dubai World Trade Centre, Uni Emirat Arab.

“Industri dalam negeri memiliki kemampuan untuk memproduksi alat kesehatan berkualitas tinggi dan berstandar ekspor, seperti produk hospital furniture, alat suntik, apparatus diagnosis elektronik, hingga oxygen therapy machine. Produk-produk tersebut telah menembus pasar internasional dengan nilai ekspor sepanjang tahun 2023 mencapai USD209,4 juta,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier saat membuka Forum Bisnis Alat Kesehatan di Dubai, kemarin.

Di eksibisi Arab Health 2024, Kemenperin mengajak 19 industri alat kesehatan dalam negeri untuk memamerkan berbagai produk unggulannya. Selain itu, Kemenperin juga mengadakan Forum Bisnis Alat Kesehatan sebagai kesempatan untuk memberikan penjelasan dan informasi mengenai kemampuan dan kualitas produk alat kesehatan Indonesia di mata dunia.

Sebagai contoh, operating table produksi PT. Mega Andalan Kalasan (MAK) asal Yogyakarta yang telah diekspor ke 51 negara di antaranya Tanzania, dan Republik Ceko. Hal ini menjadikan Dubai memiliki peran penting dalam peningkatan ekspor produk alat kesehatan.

Begitu pula dengan produk alat suntik buatan PT. Oneject Indonesia, yang memiliki kapasitas produksi sebanyak 1,2 miliar unit per tahun dan telah di ekspor ke negara-negara Afrika.

Pada rangkaian acara ini, Dirjen ILMATE Taufiek Bawazier bertemu dengan Special Advisor DHA, H.E. Dr. Younis Mohammed Kazim dan berdiskusi mengenai potensi alat kesehatan asal Indonesia untuk bekerjasama dengan otoritas kesehatan di Dubai.

Dalam sambutannya pada Forum Bisnis Alat Kesehatan, Kazim menyampaikan bahwa Dubai memiliki 52 rumah sakit bertaraf internasional dan akan membangun setidaknya empat rumah sakit baru pada tahun 2024.

“Saya percaya bahwa industri alat kesehatan di Indonesia akan berkembang pesat di masa mendatang, apalagi jika melihat potensi Indonesia dengan jumlah penduduk yang mencapai 270 juta jiwa. Dubai memiliki kemiripan dengan Indonesia dalam pengembangan sektor kesehatannya dan saya yakin Indonesia juga mampu sukses dalam mengelola pelayanan kesehatan bagi warganya,” papar Kazim di hadapan pelaku usaha sektor kesehatan Indonesia.

Sementara itu, pihak pemerintah Uni Emirat Arab bekerjasama dengan Republik Indonesia akan membangun Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia di Solo Technopark yang merupakan wujud komitmen kedua negara untuk saling dukung dalam menciptakan pelayanan kesehatan jantung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

− four = 3