Arab Saudi Kini Penuh Perhatian Pula Pada Gelaran Turnamen Tenis Dunia

Layar Info Podium TakTik

Fokuskini – Arab Saudi telah ditetapkan menjadi tuan rumah Final WTA, karena negara tersebut terus berinvestasi besar-besaran dalam jagat olahraga, meskipun langkah tersebut mendapat reaksi keras dari dua legenda tenis Chris Evert dan Martina Navratilova.

Asosiasi Tenis Wanita (WTA) mengumumkan resmi bahwa Arab Saudi dipercayakan menjadi tuan rumah Final WTA untuk tiga tahun ke depan, dengan rekor hadiah uang yang ditawarkan kepada para kompetitor peserta.

Shenzhen pernah ditetapkan menjadi tuan rumah turnamen tersebut dari 2019 hingga 2028, namun hanya satu turnamen yang sempat digelar di Tiongkok karena darurat pandemi Covid-19, dan WTA telah menggelar tiga final terakhir di Cancun, Fort Worth, serta Guadalajara.

Namun, kota Riyadh sekarang akan menjadi lokasi tuan rumah permanen turnamen tersebut hingga tahun 2026, setelah WTA mencapai kesepakatan dengan Federasi Tenis Saudi yang juga akan meningkatkan jumlah hadiah uang dari USD9 juta menjadi USD15,25 juta.

“WTA memilih Riyadh setelah melalui proses evaluasi komprehensif selama beberapa bulan, yang mencakup penilaian terhadap berbagai tawaran dari berbagai wilayah dan keterlibatan dengan para pemain,” kata pihak federasi dalam sebuah pernyataan.

“Semua calon tuan rumah dipertimbangkan berdasarkan serangkaian kriteria yang jelas. Kemampuan untuk menyelenggarakan dan mendanai tenis kelas dunia untuk pemain dan penggemar. Dukungan terhadap ambisi WTA untuk pertumbuhan hadiah uang yang signifikan; Kekuatan komitmen mereka untuk mengembangkan Final WTA dan olahraga dari waktu ke waktu.”

Pengumuman ini muncul setelah legenda tenis Chris Evert dan Martina Navratilova menulis surat pernyataan bersama yang mengecam usulan Arab Saudi untuk menjadi tuan rumah putaran final, dan dua mantan rival tersebut mengklaim langkah tersebut sama sekali tidak sesuai dengan semangat dan tujuan tenis putri dan WTA itu sendiri.

“Sebuah negara yang mengkriminalisasi komunitas LGBTQ hingga kemungkinan dijatuhi hukuman mati. Sebuah negara yang catatan jangka panjangnya mengenai hak asasi manusia dan kebebasan dasar telah menjadi perhatian internasional selama beberapa dekade.”

“Kita tidak bisa duduk diam dan membiarkan hal penting seperti pemberian turnamen kepada Arab Saudi terjadi tanpa diskusi yang terbuka dan jujur.”

Tidak dapat dihapus begitu saja, kini Arab Saudi telah banyak berinvestasi dalam sejumlah bidang olahraga dalam beberapa tahun terakhir, dengan Dana Investasi Publik negara tersebut terutama diketahui membeli klub liga utama Inggris, Newcastle United dan mendanai LIV Golf. (mirror/jos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8 + one =