[CERBUNG oleh Harapasa] Donal & Konci

KONCI tidak menolak, bahkan serasa aman terlindungi. Namun apa boleh buat ia segera melepaskan genggaman tangan Donal yang rasanya melindungi itu karena hapenya berdering, berbunyi.

Dari siapa?? Donal heran dengan momen kecurigaan bercampur khawatir kalau saja posisi Konci telah terlacak seperti dirinya yang pernah tertangkap sampai masuk sel tahanan begitu mudahnya, lantaran hape ternyata bukan saja teman setia tetapi juga musuh yang terus menguntit kemanapun diri kita berada.

Namun sikap Konci yang tetap tenang mengeluarkan hape dari saku celana levisnya, ikut memberikan sinyal situasi aman dengan tetap membawa ketegangan tersendiri.

Karakter sikap Konci terbilang polos tanpa gambaran makna curiga kepada siapa saja, bagaikan orang yang kebanyakan orang baik di sekitar kehidupannya. Maka untuk memastikan, Donal lalu memaksa diri buat mengikuti agar tetap dekat dengan Konci.

Konci yang menyadari keingintahuan Donal, segera menyadarkan kecurigaan Donal dengan lantas mengatakan: “Cuma Tanteku yang di Sukabumi itu yang tau nomor hape ini.”

Ya, karena memang ternyata Tante sang juru penolongnya yang kedengaran mulai tambah khawatir tentang keberadaan Konci kini: “Apakah sudah sampai di Palembang atau belum?!”

“Saya masih di bandara Kertajati, Tant. Telat neh. baru esok pagi ada pesawat ke Palembang,” jawab Konci sambil menjauh ke sudut tembok. Bergerak menjauhi Donal dan sejumlah calon penumpang lainnya di bandara.

“Mau carter pesawat pribadi biar pasti aman?! Nanti Tante pesankan, ya? Mudah koq, nanti teman bisnis Tante yang urusin… Mau?!”

“Enggak usah Tante, sepertinya kami merepotkan saja,” tolak Konci.

“Waduh, ternyata kamu tidak sendiri? Berapa orang yang bersama kamu?”

“Hanya satu. Dewa penolongku, Tant!”

“Maksudnya?!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *